iklan periskop
Kota

Sepanjang 2025, Transaksi Digital di Pasar Tradisional Jakarta Naik 47%

Konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama perekonomian Jakarta dengan kontribusi sebesar 63,43% terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Kondisi tersebut didukung o...

6 bulan yang lalu · 2 mnt baca
transaksi QRIS
Ilustrasi - Pedagang di pasar tradisional melakukan transaksi dengan memanfaatkan layanan QRIS Bank DKI kepada pelanggan. dok. Bank DKI
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat peningkatan transaksi digital hingga 47%, di pasar-pasar tradisional sepanjang tahun 2025. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyebutkan peningkatan transaksi QRIS, menjadi indikator menguatnya aktivitas konsumsi masyarakat di Jakarta.

“Terutama di pasar-pasar, seperti pada saat kita lombakan, digitalisasi di pasar itu meningkat 47%,” kata Pramono di Balai Kota, Rabu (21/1). 

Menurut Pramono, konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama perekonomian Jakarta dengan kontribusi sebesar 63,43% terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Kondisi tersebut didukung oleh tingkat kepercayaan konsumen yang tinggi. 

Asal tahu saja, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Jakarta pada Desember 2025 tercatat di level 145,33. Angka tersebut mencerminkan optimisme masyarakat terhadap stabilitas ekonomi Jakarta yang tetap terjaga.

Selain itu, inflasi Jakarta sepanjang 2025 berada di angka 2,63% atau lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 2,92%. Pramono menilai stabilnya inflasi, turut mendorong peningkatan daya beli masyarakat yang menunjukkan, pemulihan dan stabilitas perekonomian kota Jakarta dengan IKK pada bulan Desember 2025 berada pada level 145,33.

"Ini menunjukkan optimisme yang tinggi. Inflasi Jakarta 2,63 (%), berada di bawah inflasi nasional 2,92%," serunya. 

Pemerintah Provinsi Jakarta sendiri terus mendorong digitalisasi transaksi, khususnya di pasar tradisional. Hal ini untuk memperluas inklusi keuangan serta meningkatkan efisiensi dan transparansi transaksi.

Menurut dia, peningkatan transaksi digital ini juga menunjukkan adaptasi pelaku usaha dan masyarakat, terhadap sistem pembayaran non-tunai yang semakin luas.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai transaksi digital, pasar tradisional, dan DKI Jakarta dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.