periskop.id - Pemilik PT Atomic Digital Agency Gustommy Khoiri mengaku kehilangan dana dari rekening perusahaan dengan nominal yang diperkirakan sebanyak setengah miliar. Dana tersebut diduga berpindah secara tiba-tiba ke rekening Bank Rakyat Indonesia (BRI) atas nama pihak yang tidak dikenalnya.
Pria yang kerap disapa Tommi ini menyebut, dana yang hilang berasal dari rekening Bank Central Asia (BCA) dan ditransfer tanpa sepengetahuannya ke rekening BRI atas nama “Trendy”. Ia mengaku baru mengetahui kejadian tersebut setelah dana di rekeningnya berkurang signifikan.
“Gua baru aja kehilangan duit dari rekening BCA hampir setengah M, yang tiba-tiba ditransfer ke rekening BRI atas nama Trendy yang gua gak kenal,” ujarnya dalam video yang diunggah di akun Instagram miliknya @tommykhoirlin, dikutip Jumat (23/2).
Dana tersebut, tuturnya, bukan uang pribadi, melainkan dana operasional perusahaan yang diperuntukkan bagi gaji karyawan bulan berikutnya serta pembayaran kewajiban perusahaan lainnya.
“Masalahnya itu bukan duit gua. Itu duit gaji anak-anak bulan depan sama uang PHR. Gua gak tau gimana cara gantinya,” katanya.
Menurut pengakuannya, peristiwa tersebut terjadi pada Kamis sore, 15 Januari. Ia langsung menghubungi pihak BCA untuk melaporkan kejadian dan menjelaskan kronologi dugaan transaksi tidak sah tersebut. Namun, ia diminta menunggu proses penelusuran selama 10 hari kerja.
“Hilangnya itu Kamis sore tanggal 15. Jumatnya tanggal merah. Gua sudah langsung nelpon BCA, tapi disuruh nunggu 10 hari kerja,” ujarnya.
Selain menghubungi BCA, ia juga mencoba mengontak call center BRI karena dana tersebut ditransfer ke rekening bank tersebut. Namun, upaya itu belum membuahkan hasil.
Hingga Kamis pekan ini, ia mengaku belum menerima informasi atau perkembangan terbaru dari pihak bank terkait penanganan kasus tersebut. Kondisi itu membuatnya semakin khawatir karena dana yang hilang menyangkut kepentingan banyak orang.
“Sekarang hari Kamis, gua belum dapet kabar apa pun dari BCA. Gua minta tolong banget, karena ini duit hampir setengah em, dan ini duit nyangkut buat orang banyak,” ucapnya.
Hal ini sontak menimbulkan reaksi dari publik. Salah satunya datang dari Cyber Security Advisor dengan akun instagram realmrbert.
“Masalahnya kamu ada klik link sembarangan atau install sesuatu. Salah yang kamu mungkin tidak sadari,” tulis Mr. Bert.
Diketahui, kasus link scam kerap dipicu oleh serangan phishing, malware, atau penggunaan aplikasi pihak ketiga yang berpotensi mencuri informasi sensitif, termasuk data perbankan dan akses akun digital korban. Modus ini biasanya dilakukan melalui tautan palsu, pesan singkat, atau unduhan aplikasi yang menyerupai layanan resmi.
Serangan tersebut memungkinkan pelaku memperoleh kredensial login, kode OTP, hingga akses transaksi perbankan tanpa disadari korban, sehingga dana dapat berpindah secara ilegal ke rekening lain.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak BCA maupun BRI terkait dugaan transaksi tersebut.
Tinggalkan Komentar
Komentar