Periskop.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengoptimalkan pemadaman kebakaran TPA Jatiwaringin di Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, melalui operasi helikopter water bombing. Dua unit helikopter dijadwalkan kembali menyiram titik api pada Kamis sore.
Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB, Brigjen TNI Djohan Darmawan, menerangkan operasi udara itu terus dimaksimalkan guna menekan kobaran api yang masih tersebar di puncak tumpukan sampah. Penyiraman dari udara disebut menjadi salah satu upaya utama untuk menyelesaikan pemadaman.
"Kita terus mengoptimalkan pemadaman, nanti sore kedua helikopter akan melakukan penyiraman lagi," ujar Brigjen TNI Djohan Darmawan di Tangerang, Kamis.
Djohan mengungkapkan, operasi water bombing baru berjalan sejak sehari sebelumnya dan belum beroperasi penuh karena hanya aktif sekitar satu jam. Kondisi itu terjadi karena helikopter baru saja dipindahkan ke lokasi.
"Water bombing baru aktif mulai kemarin. Itu pun belum maksimal hanya sampai 1 jam. Jadi, karena baru digeser, kita maksimalkan," ucapnya.
Selain operasi udara, BNPB bersama pemerintah daerah Kabupaten Tangerang juga tengah membuka jalur akses bagi armada mobil pemadam kebakaran. Jalur tersebut disiapkan agar kendaraan dan selang pemadam bisa menembus gunungan sampah hingga menjangkau titik api.
"Salah satunya upaya pembuatan jalan terobos, sehingga nanti kendaraan ataupun selang dari rekan-rekan pemadam kebakaran bisa masuk," kata Djohan.
Sebanyak 10 unit mobil pemadam kebakaran saat ini diterjunkan di lokasi, ditambah perbantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang. Sementara itu, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menyampaikan situasi kebakaran sudah mulai melandai dibandingkan hari sebelumnya, dengan sebaran asap yang juga kian menipis.
Maesyal menuturkan, pihaknya telah menghubungi Pemerintah Kota Tangerang untuk meminta tambahan armada mobil damkar guna mempercepat proses pemadaman.
"Alhamdulillah sudah mulai mereda, sudah dilaksanakan dan saat ini masih tetap berjalan. Kami juga sudah coba hubungi Pemerintah Kota Tangerang supaya bisa membantu armada mobil Damkar," ujarnya.
Kebakaran di TPA Jatiwaringin pertama kali terjadi pada Selasa (30/6). Api tidak menyala dalam satu hamparan, melainkan menyebar di beberapa titik berbeda dengan total area terdampak sekitar tujuh hektare.
Bupati Maesyal mengimbau warga sekitar agar tidak mendekati lokasi TPA selama proses pemadaman berlangsung, baik saat operasi water bombing maupun saat helikopter pengangkut air beroperasi.
"Lokasi kebakaran ini tidak satu hamparan, tetapi per titik. Saat ini, yang terbakar kurang lebih mencapai tujuh hektare dan untuk masyarakat jangan mendekat, karena ini berbahaya," pungkas Maesyal.
Tinggalkan Komentar
Komentar