Kota

Usai Pelajar Tewas, Pemkot Jaktim Awasi Ketat Jalan Licin Imbas Limbah Pedagang Pasar Kramat Jati

Pemkot Jakarta Timur memperketat pengawasan jalan licin di Kramat Jati dan menyiapkan penataan pedagang usai kecelakaan maut yang menewaskan pelajar.

6 hari yang lalu · 3 mnt baca
pedagang pasar kramat jati
Jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) menertibkan kondisi jalan yang licin di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (20/8/2026). dok. Pemkot Jaktim
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Pemerintah Kota Jakarta Timur memperketat pengawasan di kawasan Pasar Kramat Jati setelah kecelakaan maut yang menewaskan seorang pelajar. Penanganan difokuskan pada ruas jalan yang kerap licin akibat ceceran air dari aktivitas pedagang komoditas basah seperti ikan dan kerang.

Pengawasan sementara melibatkan sejumlah instansi untuk memastikan kondisi jalan tetap aman sekaligus mencegah aktivitas perdagangan kembali mengganggu badan jalan.

"Penjagaan sementara tetap harus dijalankan lewat Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Sudin Lingkungan Hidup (LH), kecamatan dan kelurahan," kata Wali Kota Jakarta Timur Munjirin di Jakarta, Jumat (21/8).

Langkah tersebut diambil setelah Pemkot Jakarta Timur menggelar rapat koordinasi terkait penataan dan relokasi pedagang ikan di depan Pasar Kramat Jati pada Kamis (20/8).

Menurut Munjirin, ceceran limbah air dari aktivitas penjualan ikan, kerang, dan komoditas basah lainnya berpotensi membuat permukaan jalan licin. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena ruas Jalan Raya Bogor di sekitar pasar dilalui kendaraan dalam volume tinggi.

"Ini dilakukan untuk mengatasi potensi bahaya bagi para pengguna jalan dan mencegah kecelakaan. Tapi, kita tegaskan semua harus sesuai aturan," ucap Munjirin.

Pemkot Jakarta Timur juga tengah memetakan lokasi yang memungkinkan para pedagang tetap menjalankan kegiatan usaha tanpa menggunakan badan maupun bahu jalan. Pembahasan dilakukan bersama Perumda Pasar Jaya, Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Suku Dinas Bina Marga, serta perangkat kecamatan, kelurahan, RT dan RW.

Penataan itu diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas, tetapi juga menjaga kebersihan kawasan dan mempertahankan aktivitas ekonomi pedagang.

Persoalan kebersihan di Pasar Induk Kramat Jati sebelumnya juga menjadi perhatian pemerintah. Data Pemkot Jakarta Timur pada Januari 2026 menunjukkan kemampuan penanganan sampah di kawasan tersebut sekitar 160 ton per hari. Pada musim tertentu, timbulan sampah dapat meningkat hingga 220 ton per hari sehingga terjadi akumulasi sekitar 60 ton setiap harinya.

Pada Maret 2026, Pasar Induk Kramat Jati bahkan menjadi salah satu lokasi pelaksanaan Gerakan Nasional Bersih Pasar yang melibatkan pemerintah pusat, Pemkot Jakarta Timur, kepolisian, TNI, petugas lingkungan hidup hingga PPSU.

Kecelakaan Pelajar Jadi Pemicu Penataan

Pengawasan dan penataan kawasan dilakukan setelah seorang pelajar berinisial HH meninggal dalam kecelakaan di Jalan Raya Bogor, depan kawasan Pasar Induk Kramat Jati, Senin (17/8) pagi.

Berdasarkan keterangan kepolisian yang diberitakan Metro TV, korban mengendarai sepeda motor Honda Beat dari arah utara menuju selatan. Ketika melintas di lokasi, sepeda motor korban diduga tergelincir karena kondisi jalan licin hingga terjatuh ke kanan. Pada saat bersamaan, sebuah dump truck milik Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta melaju searah dan kemudian terlibat kecelakaan dengan korban.

Korban mengalami luka berat dan meninggal dunia di lokasi. Polisi kemudian mengamankan kendaraan yang terlibat serta melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara dan mencari saksi untuk penyelidikan lebih lanjut.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung turut meminta jajarannya segera menangani kondisi jalan yang berpotensi membahayakan setelah kecelakaan tersebut.

"Yang begini tidak boleh terulang. Karena membiarkan tempat yang basah sehingga ada yang terpeleset dan tertabrak mobil. Mudah-mudahan itu tidak terulang kembali," kata Pramono.

Pramono juga menginstruksikan Wali Kota Jakarta Timur dan Satpol PP untuk menertibkan kawasan dan memastikan aktivitas di sekitar pasar tidak kembali menciptakan kondisi jalan berbahaya.

Pemkot Jakarta Timur memastikan pengawasan di Jalan Raya Bogor tetap berjalan sembari menyiapkan solusi jangka panjang bagi para pedagang.

Munjirin berharap penataan yang dilakukan lintas instansi dapat mengatasi persoalan keselamatan pengguna jalan, kebersihan lingkungan dan kelancaran lalu lintas tanpa mematikan kegiatan ekonomi masyarakat.

Sebagai konteks, kecelakaan lalu lintas masih menjadi persoalan serius di Indonesia. Korlantas Polri mencatat 158.508 kecelakaan sepanjang 2025, naik sekitar 5% dibandingkan 150.906 kejadian pada 2024. Meski demikian, jumlah korban meninggal turun dari 26.839 orang pada 2024 menjadi 24.296 orang pada 2025.

Sementara khusus Jakarta, data BPS DKI Jakarta menunjukkan terdapat 9.350 korban kecelakaan lalu lintas pada 2024. Sebanyak 78,95% di antaranya merupakan pengguna sepeda motor.

 

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Pemkot Jaktim, Pasar Kramat Jati, dan kecelakaan dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.