Kota

Sebanyak 193 Pedagang Ikan Kramat Jati Mulai Direlokasi Pekan Ini, 100% Bersedia

Sebanyak 193 pedagang ikan Kramat Jati mulai direlokasi ke Lokbin pekan ini. Seluruh pedagang disebut bersedia sebelum trotoar steril 31 Agustus

1 hari yang lalu · 4 mnt baca
pedagang pasar kramat jati
Jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) menertibkan kondisi jalan yang licin di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (20/8/2026). dok. Pemkot Jaktim
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Sebanyak 193 pedagang ikan dan kerang yang selama ini berjualan di bahu Jalan Raya Bogor, Kramat Jati, Jakarta Timur, mulai direlokasi ke Lokasi Binaan (Lokbin) Kramat Jati pada pekan ini. Pemerintah Kecamatan Kramat Jati menyebut seluruh pedagang ikan yang telah didata menyatakan bersedia pindah.

Relokasi menjadi tahap awal penataan besar kawasan Kramat Jati menjelang larangan berjualan di trotoar dan bahu Jalan Raya Bogor yang mulai berlaku pada 31 Agustus 2026.

"Rencana mereka mulai dimasukkan ke lokbin Kramat Jati dalam minggu ini mereka akan masuk sesuai arahan Pak Wali Kota Jakarta Timur Munjirin," kata Camat Kramat Jati Kamal Alatas di Jakarta Timur, Rabu (26/8/2026).

Kamal mengatakan pemindahan dilakukan karena aktivitas perdagangan selama ini menggunakan sebagian ruang publik dan telah menimbulkan keluhan masyarakat.

"Karena ada memakan bahu jalan dan banyak keluhan-keluhan juga yang sudah sampai ke Pemprov DKI," ujar Kamal.

Proses tersebut tidak hanya menyasar pedagang ikan. Kecamatan Kramat Jati pada Rabu mengumpulkan delapan koordinator pedagang yang mewakili komoditas ikan, sayur, buah, dan kue untuk membahas teknis penataan. Pemerintah menegaskan proses relokasi akan tetap memperhatikan keberlangsungan usaha para pedagang.

Pedagang Ikan Disebut 100% Bersedia Pindah

Kamal memastikan tidak ada penolakan dari kelompok pedagang ikan yang telah berkomunikasi dengan pemerintah. "Alhamdulillah 100% bersedia untuk direlokasi ke Lokbin Kramat Jati," ucap Kamal.

Menurut dia, komunikasi dengan koordinator pedagang terus dilakukan untuk mengantisipasi persoalan ketika pemindahan berlangsung. "Untuk sementara waktu kendala-kendala ini terus dikomunikasikan dengan koordinator pedagang dan sampai pada titik hari ini, para pedagang ikan siap untuk pindah ke Lokbin Kramat Jati," jelas Kamal.

Ketersediaan tempat menjadi salah satu persoalan yang harus diatur karena jumlah pedagang ikan mencapai 193 orang. Data Pemkot Jakarta Timur menunjukkan Lokbin Kramat Jati memiliki 114 kios kosong. Namun, penempatan tidak hanya mengandalkan kios tersebut. Pemerintah juga akan memanfaatkan serambi kanan, serambi kiri, dan area belakang yang masih tersedia.

"Untuk kapasitas yang ada di sana, kita menggunakan ruang-ruang yang masih kosong di serambi kanan, serambi kiri maupun yang di belakang," ucap Kamal.

Sebelumnya, Perumda Pasar Jaya telah menyatakan 193 pedagang ikan dan kerang diarahkan secara khusus ke Lokbin Kramat Jati. Mereka merupakan bagian dari 613 PKL yang didata Pasar Jaya di sepanjang Jalan Raya Bogor, mulai dari pedagang buah, sayur, kue, kopi, soto hingga ikan dan kerang.

Selain 193 pedagang ikan dan kerang, sebanyak 282 pedagang disiapkan menempati Pasar Kramat Jati. Sisanya akan diarahkan ke Loksem Cililitan dan Loksem Jalan Nusa Indah, Ciracas.

Data itu berbeda konteks dengan angka 621 tempat yang disampaikan Pemkot Jakarta Timur. Angka 613 merujuk pada jumlah PKL hasil pendataan Pasar Jaya, sedangkan 621 merupakan jumlah tempat yang disebut pemerintah tersedia untuk mendukung relokasi.

Mulai 31 Agustus Trotoar Harus Steril dari PKL

Pemkot Jakarta Timur memberikan tenggat hingga akhir Agustus. Setelah relokasi berjalan, tidak ada lagi aktivitas berdagang yang diperbolehkan menggunakan trotoar maupun bahu Jalan Raya Bogor.

"Mulai tanggal 31 Agustus 2026, tidak diperbolehkan lagi ada aktivitas berjualan di bahu jalan ataupun di atas trotoar Jalan Raya Bogor, Kramat Jati," kata Wali Kota Jakarta Timur Munjirin.

Keputusan tersebut merupakan hasil koordinasi Pemkot Jakarta Timur dengan Kecamatan Kramat Jati, Perumda Pasar Jaya, Satpol PP, Suku Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air, Perhubungan, hingga PPKUKM. Setelah pedagang dipindahkan, pemerintah juga merencanakan pengembalian fungsi trotoar dan penataan saluran air di kawasan tersebut.

Penataan menguat setelah Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta pedagang di luar Pasar Kramat Jati segera dipindahkan karena aktivitas perdagangan dinilai mengganggu lalu lintas serta menyebabkan badan jalan basah dan licin.

Kecelakaan Pelajar Jadi Momentum Penataan

Desakan untuk membenahi kawasan Jalan Raya Bogor semakin kuat setelah seorang pelajar, Hammamshidqi Hammamut (18), meninggal dunia dalam kecelakaan pada 17 Agustus 2026.

Berdasarkan keterangan kepolisian yang diberitakan ANTARA, sepeda motor korban melaju dari utara menuju selatan sebelum diduga tergelincir akibat kondisi jalan licin. Korban jatuh ke sisi kanan dan pada saat bersamaan sebuah dump truck Dinas Lingkungan Hidup melintas hingga korban terlindas.

Pramono kemudian meminta kondisi jalan yang berpotensi membahayakan segera ditangani. "Yang begini tidak boleh terulang," seru Pramono.

Pemprov DKI setelah itu memperketat pengawasan kondisi jalan sekaligus meminta penataan aktivitas perdagangan dilakukan secara menyeluruh. Satpol PP, Suku Dinas Perhubungan, Suku Dinas Lingkungan Hidup, kecamatan, dan kelurahan turut dikerahkan untuk menjaga kawasan.

Pramono juga meminta pedagang yang berada di luar pasar dipindahkan karena keberadaannya dapat mengganggu lalu lintas dan membuat permukaan jalan basah.

Dengan relokasi 193 pedagang ikan yang mulai berjalan pekan ini, Pemkot Jakarta Timur memasuki tahap konkret penataan Jalan Raya Bogor. Tantangan berikutnya adalah memastikan lokasi baru mampu menampung pedagang secara layak, aktivitas usaha tetap berjalan, dan trotoar serta bahu jalan benar-benar kembali berfungsi bagi pengguna jalan setelah tenggat 31 Agustus.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Pemkot Jaktim, pedagang pasar, dan Pasar Kramat Jati dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.