Kota

Relokasi ke Lokasi Baru, 475 Pedagang Kramat Jati Dibebaskan Biaya 6 Bulan

Sedikitnya 475 pedagang Kramat Jati mendapat bebas retribusi dan sewa selama enam bulan setelah direlokasi dari trotoar dan bahu Jalan Raya Bogor

23 jam yang lalu · 4 mnt baca
pedagang pasar kramat jati
Jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) menertibkan kondisi jalan yang licin di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (20/8/2026). dok. Pemkot Jaktim
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Sedikitnya 475 pedagang di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur, mendapat pembebasan biaya selama enam bulan setelah direlokasi dari trotoar dan bahu Jalan Raya Bogor. Kebijakan ini diberikan untuk membantu pedagang beradaptasi dan membangun kembali aktivitas usahanya di lokasi baru.

Jumlah tersebut terdiri dari 193 pedagang ikan yang akan ditempatkan di Lokasi Binaan (Lokbin) Kramat Jati serta 282 pedagang sayur, buah, kue, kopi dan komoditas lainnya yang disiapkan masuk ke Pasar Kramat Jati.

Camat Kramat Jati Kamal Alatas mengatakan para pedagang yang dipindahkan ke Lokbin akan dibebaskan dari retribusi selama enam bulan.

"Jadi mereka pedagang yang direlokasi ke lokbin itu untuk sementara waktu akan digratiskan sampai dengan enam bulan," kata Kamal di Kantor Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (26/8/2026).

Setelah masa enam bulan berakhir, pedagang akan kembali membayar retribusi sesuai ketentuan yang berlaku. Pemerintah berharap masa transisi tersebut dapat meringankan beban pedagang sekaligus memberikan waktu untuk membangun pelanggan di tempat baru.

Kebijakan serupa diberikan Perumda Pasar Jaya kepada 282 pedagang yang akan masuk ke Pasar Kramat Jati. "Jadi selama enam bulan pertama dibebaskan biaya sewa, kami intinya siap, nanti lokasi dibagi penataannya," ujar Kepala Divisi Operasional Pasar Wilayah II Perumda Pasar Jaya Yohanes Daramonsidi.

193 Pedagang Ikan Mulai Dipindahkan Pekan Ini

Relokasi tahap awal menyasar 193 pedagang ikan yang selama ini berjualan di sekitar bahu jalan dan trotoar Jalan Raya Bogor. Mereka ditargetkan mulai masuk ke Lokbin Kramat Jati pada pekan ini.

"Rencana mereka mulai dimasukkan ke lokbin Kramat Jati dalam minggu ini mereka akan masuk sesuai arahan Pak Wali Kota Jakarta Timur Munjirin," kata Kamal.

Kecamatan telah berkomunikasi dengan delapan koordinator yang mewakili pedagang ikan, sayur, buah, kue dan berbagai komoditas lain. Khusus pedagang ikan, Kamal menyebut seluruhnya menyatakan siap dipindahkan.

"Alhamdulillah 100 persen bersedia untuk direlokasi ke Lokbin Kramat Jati," ucap Kamal.

Meski proses relokasi segera berjalan, kondisi Lokbin masih dalam tahap penyempurnaan. Berdasarkan peninjauan Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Jakarta Timur pada Rabu, kesiapan fasilitas diperkirakan mencapai sekitar 80%.

Sejumlah fasilitas seperti saluran air, jaringan listrik dan penerangan masih perlu diperbaiki. Pemerintah juga telah menyiapkan 16 kamera CCTV untuk mendukung keamanan kawasan. Perbaikan fasilitas dinilai penting karena sebagian besar aktivitas perdagangan ikan berlangsung pada malam hingga dini hari.

Untuk menampung pedagang, pemerintah tidak hanya menggunakan kios kosong, tetapi juga ruang yang tersedia di serambi kanan, serambi kiri dan area belakang Lokbin.

"Untuk kapasitas yang ada di sana, kita menggunakan ruang-ruang yang masih kosong di serambi kanan, serambi kiri maupun yang di belakang," ucap Kamal.

282 Pedagang Masuk Pasar Kramat Jati

Sementara itu, sebanyak 282 pedagang lainnya akan ditampung di Pasar Kramat Jati yang dikelola Perumda Pasar Jaya. Mereka terdiri dari pedagang daging ayam, sayur, buah, kue, kopi dan komoditas lainnya.

Pembagian tempat telah dirinci menjadi 23 pedagang di lapak, 136 pedagang di kios dan 123 pedagang di los. Seluruhnya akan memperoleh pembebasan biaya sewa selama enam bulan pertama.

Secara lebih luas, Perumda Pasar Jaya sebelumnya mendata 613 PKL di sepanjang Jalan Raya Bogor yang akan ditata. Mereka tidak seluruhnya ditempatkan di satu lokasi.

Pemerintah menyiapkan empat titik, yakni Lokbin Kramat Jati, Pasar Kramat Jati, Loksem Cililitan dan Loksem Jalan Nusa Indah Ciracas. Pedagang akan dibagi berdasarkan jenis komoditas dan kapasitas masing-masing tempat.

Sementara Pemkot Jakarta Timur menyebut terdapat sekitar 621 tempat yang disiapkan untuk mendukung relokasi. Angka 621 merujuk pada kapasitas atau tempat yang tersedia, sedangkan 613 merupakan jumlah PKL berdasarkan pendataan Perumda Pasar Jaya.

Mulai 31 Agustus, Trotoar dan Bahu Jalan Steril PKL

Relokasi dilakukan menjelang tenggat penataan Jalan Raya Bogor. Pemkot Jakarta Timur memastikan mulai 31 Agustus 2026 aktivitas berdagang tidak lagi diperbolehkan di trotoar maupun bahu jalan kawasan tersebut.

"Mulai tanggal 31 Agustus 2026, tidak diperbolehkan lagi ada aktivitas berjualan di bahu jalan ataupun di atas trotoar Jalan Raya Bogor, Kramat Jati," kata Wali Kota Jakarta Timur Munjirin.

Pemkot menyebut kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Penataan diarahkan untuk mengembalikan fungsi ruang publik, mengurangi kemacetan dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Langkah itu semakin mendesak setelah pelajar Hammamshidqi Hammamut (18) meninggal dalam kecelakaan di Jalan Raya Bogor pada 17 Agustus 2026. Pemerintah menyebut kondisi jalan yang licin menjadi salah satu faktor dalam insiden tersebut.

Pramono kemudian memerintahkan penataan aktivitas pedagang ikan agar tidak lagi mengganggu badan jalan.

"Saya sudah menginstruksikan jajaran Wali Kota Jakarta Timur untuk segera melakukan penataan dan pencegahan agar aktivitas pedagang ikan tidak mengganggu badan jalan," kata Pramono.

Ia juga meminta pedagang yang masih berada di luar area pasar segera direlokasi.

"Sudah dilakukan koordinasi dengan Wali Kota dan Dirut Pasar Jaya. Sudah diminta agar pedagang yang berada di luar untuk masuk ke dalam karena bisa mengganggu lalu lintas dan dapat membuat permukaan jalan menjadi basah dan licin sehingga membahayakan pengguna jalan," kata Pramono.

Pembebasan biaya selama enam bulan menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk mengurangi dampak ekonomi relokasi. Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan fasilitas di lokasi baru benar-benar siap, pedagang tidak kehilangan pelanggan secara drastis, dan kawasan Jalan Raya Bogor tetap steril setelah batas waktu 31 Agustus.

 

Baca berita dan informasi lainnya mengenai jakarta timur, Pasar Kramat Jati, pedagang pasar, dan Relokasi dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.