Periskop.id – Banjir di Jakarta akibat hujan deras dan debit air sungai yang meningkat makin meluas. Sampai Jumat (30/1) siang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat 53 RT dan 3 ruas jalan tergenang banjir.
BPBD DKI Jakarta mencatat, Jakarta Timur (Jaktim) menjadi wilayah dengan jumlah rukun tetangga (RT) terdampak banjir terbanyak, yakni 41 RT. Rata-rata ketinggian air mulai dari 70 sentimeter (cm) hingga 3,5 meter.
"Kami mencatat saat ini, terdapat 53 RT dan 3 ruas jalan tergenang," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Mohamad Yohan di Jakarta, Jumat.
Banjir di Jakarta Timur tak terlepas dari imbas hujan berintensitas tinggi yang diperparah dengan luapan Sungai Ciliwung. Permukiman warga di Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur, misalnya, kembali direndam banjir dengan ketinggian mencapai dua meter setelah sebelumnya sempat surut.
"Iya, naik lagi banjirnya, sebelumnya sudah surut kemarin, tapi karena luapan, terus hujan lagi, jadi awet," kata salah satu warga Bidara Cina yang bernama Ekel (31) di Jakarta, Jumat.
Banjir yang melanda kawasan tersebut sejak Kamis (29/1) malam sempat surut. Namun saat ini, banjir kembali melanda dengan ketinggian mulai dari 50 sentimeter (cm) hingga dua meter lebih.
"Ketinggian air di sini paling tinggi 260 sentimeter, kalau terendah 50 sentimeter perkiraan," ujar Ekel.
Air luapan Kali Ciliwung kembali memasuki rumah warga. Sejumlah petugas, baik dari TNI/Polri, pemadam kebakaran alias Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Keselamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur, bahu-membahu membantu evakuasi warga.
"Warga tadi sudah ada yang dievakuasi pakai perahu karet," ucap Ekel.
BPBD Jakarta Timur mencatat luapan Kali Ciliwung menyebabkan banjir yang merendam permukiman warga di Kelurahan Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, sejak Kamis (29/1) hingga Jumat (30/1) pagi. Banjir melanda dua RW dengan total ratusan jiwa terdampak.
Banjir terjadi di Jalan Baiduri Bulan RW 03 RT 12 serta RW 11 RT 06 dan RT 12. Akibat kejadian tersebut, sebanyak 55 kepala keluarga (KK) atau sekitar 185 jiwa terdampak. "Di RW 03 RT 12, terdapat 25 KK dengan 75 jiwa terdampak, sementara di RW 11 RT 06 dan RT 12, ada 30 KK dengan total 110 jiwa," kata Kepala Satuan Tugas Koordinator Wilayah BPBD Jakarta Timur Ali Kojim saat dikonfirmasi di Jakarta.
Jaksel Cukup Parah
Selain Jakarta Timur, lanjut Yohan, Jakarta Selatan juga terdampak cukup parah karena rata-rata ketinggian air yang menggenangi sembilan RT di daerah tersebut mencapai 2,5 meter.
Sementara di Jakarta Barat, banjir sudah berangsur surut, dan kini tinggal satu RT yang terdampak dengan ketinggian air sekitar 30 cm. Begitu juga di Jakarta Utara, hanya tersisa 2 RT di Kelurahan Kapuk yang terendam dengan ketinggian air 30 cm.
"Penyebab banjir di Jakarta Timur, Barat, Selatan dan Utara karena curah hujan tinggi dan meluapnya sejumlah sungai," ujar Yohan.
Berikut data 53 RT dan tiga ruas jalan yang tergenang hingga Jumat siang.
Jakarta Barat, 1 RT, terdiri dari:
Kelurahan Kedaung Kali Angke: 1 RT
ketinggian air: 30 cm
Jakarta Selatan, 9 RT, terdiri dari:
Kelurahan Tanjung Barat: 1 RT
Kelurahan Pengadegan: 1 RT
Kelurahan Rawajati: 2 RT
Kelurahan Pejaten Timur: 4 RT
Kelurahan Kebon Baru: 1 RT
Ketinggian air: 30-250 cm
Jakarta Timur, 41 RT, terdiri dari:
Kelurahan Rawa Terate: 1 RT
Kelurahan Bidara Cina: 4 RT
Kelurahan Kampung Melayu: 20 RT
Kelurahan Balekambang: 2 RT
Kelurahan Cawang: 9 RT
Kelurahan Cililitan: 2 RT
Kelurahan Gedong: 3 RT
Ketinggian air: 70-350 cm
Jakarta Utara, 2 RT, terdiri dari:
Kelurahan Kapuk Muara: 2 RT
Ketinggian air: 30 cm
Ruas jalan yang tergenang:
1. Jalan Rawa Indah Dua, Kelurahan Pegangsaan Dua, Jakarta Utara
Ketinggian air: 15 cm
2. Jalan Pulo Raya IV, Kelurahan Petogogan, Jakarta Selatan
Ketinggian air: 35 cm
3. Gang Langgar, Kelurahan Rawajati, Jakarta Selatan
Ketinggian air: 180 cm
Tinggalkan Komentar
Komentar