Peresmian Ditunda, LRT Kelapa Gading-Manggarai Dilengkapi Pos SAPA hingga Ruang Laktasi
LRT Kelapa Gading-Manggarai dilengkapi ruang laktasi, Pos SAPA hingga fasilitas kesehatan. Rute 12,2 km ini melayani 11 stasiun dengan tarif Rp5.000

Periskop.id - PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro terus menyempurnakan fasilitas LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai, mulai dari ruang laktasi, Pos Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA), fasilitas kesehatan hingga drinking fountain. Penyempurnaan dilakukan setelah seremoni peresmian koridor tersebut dijadwalkan ulang oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Direktur Utama Jakpro Iwan Takwin mengatakan peningkatan layanan tidak hanya berfokus pada kesiapan jalur dan sistem kereta, tetapi juga pengalaman penumpang selama berada di stasiun.
“Penyempurnaan LRT Jakarta dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi infrastruktur dan operasional, tetapi juga fasilitas dan pengalaman pengguna,” kata Iwan di Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Fasilitas yang tersedia meliputi pos kesehatan, ruang laktasi, drinking fountain, Pos SAPA, mushala pria dan wanita, serta kursi tunggu di area peron. Setiap stasiun juga dilengkapi lift, eskalator dan tangga untuk menunjang mobilitas penumpang.
"Kehadiran fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kenyamanan dan aksesibilitas seluruh pengguna," ujar Iwan.
Menurut Jakpro, fasilitas kesehatan disiapkan untuk memberikan pertolongan kepada penumpang yang membutuhkan. Sementara ruang laktasi dan Pos SAPA menjadi bagian dari upaya membuat transportasi publik lebih ramah terhadap perempuan dan anak.
Peresmian Ditunda untuk Penyempurnaan Fasilitas
Pemprov DKI sebelumnya menjadwalkan peresmian LRT Kelapa Gading-Manggarai pada Rabu (26/8/2026). Namun, seremoni tersebut kemudian dijadwalkan ulang setelah evaluasi akhir.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik DKI Jakarta Marulina Dewi menjelaskan keputusan tersebut diambil agar sejumlah detail fasilitas dapat lebih dahulu disempurnakan.
“Setelah melakukan evaluasi akhir terhadap keseluruhan pelaksanaan kegiatan, Pemprov DKI memutuskan untuk menjadwalkan ulang peresmian LRT Jakarta Kelapa Gading–Manggarai. Kami ingin peresmian dilaksanakan setelah penyempurnaan sejumlah detail pada fasilitas,” ujar Marulina.
Pemprov DKI menegaskan penjadwalan ulang hanya berkaitan dengan seremoni dan tidak mengubah agenda pengembangan LRT.
Layanan Kelapa Gading-Manggarai saat ini telah melayani penumpang dengan tarif flat Rp5.000 sekali perjalanan. Jadwal baru peresmian akan diumumkan setelah ditetapkan.
Tarif Rp5.000 direncanakan berlaku dalam masa transisi hingga Oktober 2026 sembari menunggu penetapan tarif lebih lanjut bersama DPRD DKI Jakarta.
Kelapa Gading-Manggarai Bisa Ditempuh Sekitar 28 Menit
Secara keseluruhan, jaringan LRT Jakarta dari Kelapa Gading hingga Manggarai memiliki panjang 12,2 kilometer dan melayani 11 stasiun. Stasiun tersebut terdiri dari Kelapa Gading, Boulevard Utara, Boulevard Selatan, Pulomas, Equestrian, Velodrome, Rawamangun, Pramuka, Matraman, Proklamasi dan Manggarai. Waktu tempuh dari Kelapa Gading menuju Manggarai diperkirakan sekitar 28 menit.
Koridor itu merupakan pengembangan dari jalur eksisting menuju Manggarai. Proyek Fase 1B Velodrome-Manggarai menambah sekitar 6,4 kilometer jalur baru untuk menyambungkan LRT ke salah satu simpul transportasi terbesar di Jakarta. Pembangunan fase tersebut dimulai pada Oktober 2023.
Nilai investasi pengembangan LRT hingga Manggarai mencapai sekitar Rp12,1 triliun. Pemprov DKI memperkirakan setelah jaringan tersambung penuh, jumlah pengguna dapat meningkat bertahap menjadi 60.000 hingga 80.000 penumpang per hari. Angka itu meningkat signifikan dibandingkan layanan LRT sebelumnya yang hanya melayani koridor Kelapa Gading-Velodrome.
Manggarai Disiapkan Jadi Simpul KRL, LRT dan Transjakarta
Nilai strategis perpanjangan LRT terutama berada di Manggarai karena kawasan tersebut menjadi titik pertemuan berbagai moda transportasi. Stasiun Rawamangun, Pramuka, Matraman dan Proklamasi terhubung dengan layanan Transjakarta.
Sementara Stasiun LRT Manggarai disiapkan untuk terintegrasi dengan KRL Commuter Line, KA Bandara dan Transjakarta. Namun, akses langsung antara Stasiun LRT Manggarai dan kawasan Stasiun KRL Manggarai masih dalam proses penyelesaian bersama PT KAI. Jakpro menargetkan koneksi langsung tersebut dapat digunakan pada September 2026.
Direktur Utama Jakpro Iwan Takwin sebelumnya mengatakan integrasi langsung akan membuat perpindahan antarmoda lebih praktis. “Orang, penduduk, warga, atau penumpang dari KRL pindah ke LRT, LRT ke KRL, itu tidak perlu turun ke bawah, bisa langsung terkoneksi dengan KAI. Jadi mobilisasinya akan lebih nyaman nantinya,” ujarnya.
Keberadaan lift, eskalator serta fasilitas aksesibilitas di setiap stasiun juga diarahkan untuk membuat perjalanan lebih mudah bagi seluruh kelompok pengguna. Pemprov DKI sebelumnya melibatkan 15 kelompok masyarakat dalam uji coba layanan untuk mengevaluasi aspek aksesibilitas, termasuk bagi penyandang disabilitas.
Jakpro Ingin LRT Bukan Sekadar Bangun Infrastruktur
Jakpro menilai kualitas transportasi publik tidak cukup hanya diukur dari kemampuan kereta membawa penumpang dari satu titik ke titik lain. Kenyamanan di stasiun, kebersihan, aksesibilitas hingga rasa aman bagi perempuan dan anak ikut menentukan apakah masyarakat bersedia beralih dari kendaraan pribadi.
Pemprov DKI juga melihat Manggarai memiliki potensi berkembang menjadi kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD), karena menjadi titik temu berbagai moda transportasi. Iwan sebelumnya mengatakan fasilitas yang nyaman diharapkan ikut memengaruhi kebiasaan masyarakat dalam memilih moda perjalanan.
“Target kami adalah memberikan fasilitas modern yang nyaman sehingga itu bisa mengubah budaya. Jadi tidak hanya membangun infrastrukturnya, tetapi membangun masyarakatnya, perilakunya juga akan berubah karena mereka menikmati dan nyaman,” kata Iwan.
Selain meningkatkan fasilitas bagi penumpang, Jakpro juga melakukan penyempurnaan terhadap sarana operasional perkeretaapian. Seluruh proses diarahkan untuk memastikan aspek keselamatan, kenyamanan dan pelayanan berjalan beriringan.
"Kami berkomitmen agar pengguna dapat menikmati perjalanan yang lebih nyaman menggunakan LRT Jakarta,” tutur Iwan.
Dengan jalur sepanjang 12,2 kilometer, waktu perjalanan sekitar 28 menit dan integrasi menuju salah satu simpul transportasi terbesar Jakarta, Kelapa Gading-Manggarai menjadi perluasan penting jaringan LRT Jakarta. Tantangan berikutnya adalah menyelesaikan detail fasilitas serta koneksi langsung di Manggarai agar kemudahan yang dijanjikan benar-benar dirasakan penumpang ketika berpindah moda.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai PT Jakarta Propertindo (Jakpro), LRT jakarta, dan velodrome - manggarai dengan mengeklik tautan.
Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.