iklan periskop
Makro

Airlangga Ungkap Tiga Mesin Pertumbuhan Sektoral RI 2027

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto rinci tiga mesin pertumbuhan sektoral RI 2027, dari sektor bernilai tinggi hingga peningkatan daya saing investasi dan ekspor.

6 jam yang lalu · 2 mnt baca
Airlangga Ungkap Tiga Mesin Pertumbuhan Sektoral RI 2027
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan 2027. Foto: Periskop.id/Tangkapan layar Youtube Kementerian Keuangan RI
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto merinci tiga mesin pertumbuhan sektoral yang menjadi strategi ekonomi Indonesia pada 2027. Rincian ini disampaikan dalam Konferensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027.

Airlangga menjelaskan mesin pertumbuhan pertama yang berfokus pada sektor bernilai tambah tinggi. Ia menyebut digitalisasi, semikonduktor, dan kecerdasan buatan sebagai bidang utama yang akan didorong pemerintah.

"Ke depan di tahun 2027, mesin pertumbuhan sektoral dalam rangka KMPPKF itu mesin pertumbuhan yang berbasis pada transformasi yaitu, satu, sektor bernilai tinggi seperti digitalisasi dan semiconductor dan AI," kata Airlangga dalam Konferensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027, Jakarta, Jumat (14/8).

Ia menjelaskan mesin pertumbuhan kedua yang berfokus pada revitalisasi sektor-sektor yang selama ini terbukti tahan terhadap gejolak ekonomi. Airlangga mengaitkan strategi ini dengan rencana pendirian bursa komoditas mineral yang telah diumumkan sebelumnya.

"Kemudian yang kedua, revitalisasi sektor resilien seperti pertanian dan energi, termasuk pendirian bursa komoditas mineral. Indonesia mempunyai harga sendiri sebagai reference price," ujar Airlangga.

Ia merinci mesin pertumbuhan ketiga yang berfokus pada peningkatan daya saing investasi dan ekspor nasional. Airlangga menyebut deregulasi, penghapusan hambatan birokrasi, hingga pembentukan pusat finansial internasional sebagai bagian dari strategi tersebut.

"Yang ketiga, peningkatan daya saing investasi dan ekspor melalui deregulasi. Kemudian debottlenecking, optimalisasi perjanjian internasional, serta pembentukan pusat financial international Indonesia," tegas Airlangga.

Ia menambahkan pentingnya bauran kebijakan makroekonomi yang melibatkan berbagai instrumen, termasuk peran Danantara dan sektor swasta dalam mendukung investasi. Airlangga menegaskan seluruh strategi tersebut memerlukan koordinasi lintas kebijakan.

"Kemudian bauran kebijakan makro, kebijakan fiskal, kebijakan moneter, stabilitas, serta investasi yang melibatkan Danantara dan sektor swasta," papar Airlangga.

Ia menutup pemaparan tersebut dengan merinci empat prasyarat utama yang harus dipenuhi agar seluruh arah kebijakan dapat berjalan efektif. Konferensi pers ini digelar usai penyampaian keterangan pemerintah atas RUU APBN Tahun Anggaran 2027 oleh Presiden Prabowo Subianto di hadapan DPR RI.

"Arah kebijakan ini ditopang oleh empat prasyarat utama yaitu iklim investasi yang atraktif, kemudian kepastian regulasi, stabilitas makro dan APBN yang prudent dan sustainable," tambah Airlangga.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Airlangga Hartarto, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian), Pertumbuhan Ekonomi, RAPBN 2027, Nota Keuangan, dan Sidang Tahunan MPR dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.