Negara Tanggung Iuran JKN untuk 96,8 Juta Warga Tak Mampu
Presiden Prabowo Subianto ungkap negara tanggung penuh iuran JKN bagi 96,8 juta warga tidak mampu, klaim jadi salah satu sistem jaminan kesehatan terbesar di dunia.

Periskop.id - Presiden Prabowo Subianto mengungkap negara menanggung penuh iuran Jaminan Kesehatan Nasional bagi puluhan juta warga tidak mampu di Indonesia. Pengungkapan ini disampaikan dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI 2026.
Prabowo merinci jumlah warga yang iuran JKN-nya ditanggung penuh oleh negara. Ia menyebut kebijakan ini sebagai bentuk komitmen pemerintah menjamin akses kesehatan bagi kelompok masyarakat kurang mampu.
"Negara juga telah menanggung penuh iuran jaminan kesehatan nasional bagi 96,8 juta warga Indonesia yang tidak mampu," kata Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8).
Ia menyebut skala program JKN Indonesia sebagai salah satu yang terbesar di dunia dari sisi cakupan peserta. Prabowo menyampaikan hal ini sebagai bentuk pengakuan atas skala implementasi program jaminan kesehatan nasional tersebut.
"Mungkin JKN kita ini salah satu sistem jaminan kesehatan terbesar di dunia," tegas Prabowo.
Pernyataan ini disampaikan Prabowo dalam rangkaian pemaparan soal pemerataan layanan kesehatan yang lebih luas, termasuk pembangunan rumah sakit di daerah tertinggal dan program cek kesehatan gratis. Ia menempatkan skema JKN sebagai salah satu pilar utama dari sistem jaminan sosial kesehatan nasional.
Prabowo menegaskan komitmen pemerintahannya untuk terus memastikan seluruh warga tidak mampu memiliki akses terhadap layanan kesehatan tanpa beban finansial. Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI 2026 digelar menjelang peringatan HUT RI ke-81 pada 17 Agustus.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Prabowo Subianto, penduduk miskin, Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), dan Sidang Tahunan MPR dengan mengeklik tautan.








Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.