iklan periskop
Makro

Target Ekonomi 6%, Golkar Soroti Strategi Pemerintah Ciptakan Lapangan Kerja

Golkar meminta pemerintah menyiapkan strategi terukur untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 6% pada 2027, sekaligus menjaga inflasi dan ketahanan rupiah.

1 minggu yang lalu · 3 mnt baca
Target Ekonomi 6%, Golkar Soroti Strategi Pemerintah Ciptakan Lapangan Kerja
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Anggota Komisi I DPR RI Nurul Arifin meminta pemerintah menyiapkan strategi yang efektif dan terukur untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 6% pada 2027.

Strategi tersebut dinilai perlu diarahkan pada penguatan investasi, peningkatan produktivitas, hilirisasi dan industrialisasi, pembangunan sumber daya manusia, serta penguatan sektor-sektor prioritas.

Hal itu disampaikan Nurul saat menyampaikan pandangan Fraksi Partai Golkar dalam Rapat Paripurna DPR RI mengenai Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) 2027 beserta Nota Keuangannya di Jakarta, Selasa (18/8).

"Fraksi Partai Golkar mengapresiasi capaian pemerintah dalam menjaga momentum pertumbuhan dan memperkuat kinerja perekonomian nasional sepanjang tahun 2026," ucap Nurul dalam Rapat Paripurna DPR RI, Jakarta, Selasa (18/8).

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester I 2026 yang mencapai 5,45%, disertai dengan investasi yang terus bergerak dan peningkatan penyerapan tenaga kerja, menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi nasional memiliki fondasi yang cukup untuk terus diperkuat pada 2027.

Dari sisi fiskal, kinerja APBN juga dinilai terus mendukung aktivitas ekonomi dan pelaksanaan agenda prioritas pembangunan dengan tetap berada dalam koridor kesinambungan fiskal.

"Capaian tersebut menjadi modal penting untuk memasuki tahun 2027, sekaligus momentum untuk meningkatkan skala pertumbuhan, memperkuat produktivitas dan investasi, serta memperluas manfaat pembangunan bagi masyarakat sebagai bagian dari pencapaian sasaran pembangunan dan Agenda Asta Cita," jelas Nurul.

Meski demikian, Fraksi Partai Golkar menilai target pertumbuhan ekonomi 6% membutuhkan penguatan sumber-sumber pertumbuhan yang dapat meningkatkan kapasitas produksi dan produktivitas perekonomian secara berkelanjutan.

Karena itu, ia meminta pemerintah menjelaskan strategi untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, terutama dalam menciptakan lapangan kerja, memperluas kesempatan ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selain pertumbuhan ekonomi, pihaknya turut menyoroti target inflasi 2027 yang ditetapkan sebesar 2,5%.

Menurut Nurul, stabilitas harga menjadi faktor penting di tengah upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi karena berkaitan langsung dengan daya beli masyarakat.

Pihaknya meminta pemerintah menjelaskan secara lengkap strategi menjaga inflasi tetap terkendali, termasuk penguatan sinergi kebijakan pengendalian harga antara pemerintah pusat dan daerah.

"Sejalan dengan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, stabilitas harga menjadi bagian penting dalam menjaga daya beli masyarakat dan memastikan manfaat pertumbuhan dapat dirasakan secara luas," tambahnya.

Di sisi lain, Golkar menilai target nilai tukar rupiah sebesar Rp17.500 per dolar AS pada 2027 perlu diikuti dengan penguatan ketahanan ekonomi nasional dan pengelolaan risiko yang memadai.

Nurul mengatakan pemerintah perlu menyiapkan strategi untuk menghadapi dinamika nilai tukar agar tidak mengganggu momentum pertumbuhan ekonomi maupun kapasitas fiskal.

Untuk itu, Fraksi Partai Golkar meminta penjelasan lebih rinci mengenai strategi memperkuat ketahanan perekonomian terhadap dinamika nilai tukar, termasuk langkah mitigasi untuk menjaga kesinambungan APBN.

"Untuk itu, Fraksi Partai Golkar meminta penjelasan lebih rinci mengenai strategi penguatan ketahanan perekonomian terhadap dinamika nilai tukar serta langkah mitigasi yang disiapkan untuk menjaga kesinambungan APBN," tutup Nurul.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Nurul Arifin, Komisi I DPR, Pertumbuhan Ekonomi, dan lapangan kerja dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.