iklan periskop
Moneter

Rupiah Spot Tutup Stagnan di Rp17.877 per Dolar AS Kamis (13/8)

Rupiah spot bertahan di level yang sama selama dua hari beruntun, sementara mayoritas mata uang Asia justru melemah terhadap dolar AS.

56 menit yang lalu · 2 mnt baca
Rupiah Spot Tutup Stagnan di Rp17.877 per Dolar AS Kamis (13/8)
Petugas penukaran mata uang asing menghitung uang pecahan 100 dolar Amerika dan uang pecahan 100 ribu rupiah di Dolarasia Tebet, Jakarta, Senin, (27/4/2026). Periskop/Arief Rachman
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Rupiah spot ditutup di level Rp17.877 per dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir perdagangan Kamis (13/8/2026) di Jakarta. Posisi ini tak berubah dibanding penutupan sehari sebelumnya yang juga berada di angka sama.

Stagnasi rupiah terjadi di tengah pelemahan mayoritas mata uang Asia terhadap dolar AS sore itu. Won Korea mencatat pelemahan terdalam, disusul sejumlah mata uang kawasan lainnya.

Won Korea melemah 0,44% terhadap dolar AS, menjadi mata uang dengan koreksi terbesar di antara negara-negara Asia pada perdagangan sore itu.

Peso Filipina turut melemah 0,22%, sementara baht Thailand tergerus 0,10%. Ringgit Malaysia dan rupee India masing-masing melemah 0,09%.

Dolar Singapura mencatat koreksi tipis 0,02%, sedangkan yuan China hanya melemah 0,003% terhadap dolar AS.

Di sisi lain, tidak semua mata uang Asia bergerak searah dengan tren pelemahan tersebut. Beberapa justru menguat terhadap dolar AS pada penutupan Kamis itu.

Dolar Taiwan tercatat menguat 0,29%, penguatan paling signifikan di antara mata uang yang bergerak positif. Yen Jepang menguat 0,02%, sementara dolar Hong Kong naik 0,01% terhadap dolar AS.

Rupiah sendiri berada di posisi netral, tidak ikut melemah maupun menguat, dan mempertahankan level yang sama selama dua hari perdagangan beruntun.

Indeks dolar AS, yang mencerminkan kekuatan mata uang tersebut terhadap sejumlah mata uang utama dunia, tercatat di level 99,96 pada Kamis itu. Angka ini turun dari posisi sehari sebelumnya yang berada di 100,01.

Penurunan indeks dolar tersebut terjadi bersamaan dengan pergerakan beragam mata uang Asia, di mana sebagian melemah dan sebagian lainnya justru menguat terhadap dolar AS.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Rupiah, Amerika Serikat (AS), Nilai tukar rupiah, dan dolar AS dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.