Rupiah Menguat ke Rp17.695 per Dolar AS Rabu Pagi
Rupiah menguat tipis terhadap dolar AS pagi ini, didorong harapan perdamaian Timur Tengah yang menekan harga minyak mentah dunia.

Periskop.id - Rupiah membuka perdagangan Rabu (26/8) di level Rp17.703 per dolar Amerika Serikat (AS), menguat 0,11% atau 21 poin dibandingkan penutupan sebelumnya. Melansir data Bloomberg, penguatan mata uang Garuda itu berlanjut hingga pagi hari.
Hingga pukul 09.10 WIB, rupiah tercatat semakin menguat ke level Rp17.695 per dolar AS, naik 0,16% atau 28 poin. Penguatan ini terjadi di tengah membaiknya sentimen pasar terhadap prospek perdamaian di Timur Tengah.
Analis Doo Financial Lukman Leong menjelaskan, sentimen positif tersebut dipicu oleh perkembangan pembicaraan antara Iran dan Oman terkait upaya memulihkan pelayaran di Selat Hormuz. "Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS seiring penurunan harga minyak mentah dunia di tengah meningkatnya harapan perdamaian di Timur Tengah, menyusul laporan bahwa Iran dan Oman membahas pembentukan koridor maritim gabungan sementara di Selat Hormuz," ujar Lukman Leong.
Menurutnya, penurunan harga minyak dunia jadi salah satu faktor utama yang menopang penguatan rupiah hari ini. Lukman memproyeksikan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp17.650 hingga Rp17.750 per dolar AS pada perdagangan Rabu.
Sebagai perbandingan, rupiah pada perdagangan sebelumnya ditutup di level Rp17.723 per dolar AS. Posisi itu melemah tipis 0,03% dibandingkan penutupan Senin (24/8) yang berada di Rp17.721 per dolar AS.
Di sisi komoditas, harga minyak mentah dunia melanjutkan tren koreksi pada perdagangan Rabu. Reuters melaporkan harga minyak mentah Brent turun 3,59 dolar AS atau 3,9% menjadi 88,58 dolar AS per barel.
Level tersebut merupakan yang terendah sejak 14 Agustus 2026. Penurunan harga minyak ini sejalan dengan meredanya kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global.
Koreksi harga minyak terjadi setelah Iran dan Oman membahas pembentukan koridor maritim bersama sementara. Skema ini ditujukan untuk memulihkan arus pelayaran yang melintasi Selat Hormuz.
Pembicaraan teknis antara kedua negara juga mencakup pengelolaan selat, pertukaran informasi, dan manajemen lalu lintas kapal. Aspek layanan keamanan dan maritim turut jadi bagian dari negosiasi tersebut.
Negosiasi ini berlangsung di tengah tekanan ekonomi yang semakin berat bagi Iran. Tekanan tersebut disebut muncul akibat kebijakan yang diterapkan Presiden AS Donald Trump.
Dengan proyeksi rentang Rp17.650 hingga Rp17.750 per dolar AS, pergerakan rupiah hari ini akan sangat bergantung pada perkembangan lanjutan pembicaraan Iran-Oman serta arah harga minyak dunia.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai rupiah hari ini, Nilai tukar rupiah, dan dolar AS dengan mengeklik tautan.

Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.