Moneter

Usai 38 Hari Mundur, Perry Warjiyo Buka Suara soal Destry Damayanti Pimpin BI

Perry Warjiyo buka suara setelah mundur dari Gubernur BI. Ia memberi pesan kepada Destry Damayanti dan jajaran baru Dewan Gubernur BI

22 jam yang lalu · 4 mnt baca
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, rupiah
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (9/6). Periskop/Siti Ayu Rachma.
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Perry Warjiyo akhirnya menyampaikan pernyataan kepada publik setelah mundur dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI). Pernyataan itu muncul 38 hari setelah Perry menyatakan mundur secara sukarela pada 25 Juli 2026 dan bertepatan dengan pengesahan Destry Damayanti sebagai Gubernur BI periode 2026–2031 oleh DPR RI, Selasa (1/9/2026).

Selain Destry, Rapat Paripurna DPR turut mengesahkan Aida S. Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior BI dan Solikin M. Juhro sebagai Deputi Gubernur BI untuk periode yang sama. Ketiganya sebelumnya telah mendapatkan persetujuan Komisi XI DPR setelah menjalani uji kelayakan dan kepatutan pada 26–27 Agustus 2026.

Perry menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran baru Dewan Gubernur BI tersebut.

"Selamat atas terpilihnya Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior, dan Solikin M. Juhro sebagai Deputi Gubernur, untuk periode 2026–2031," kata Perry dalam keterangan tertulis, seperti dikutip Investor Daily.

Perry Titip Stabilitas Ekonomi di Tengah Gejolak Global

Dalam pernyataan pertamanya setelah meninggalkan bank sentral, Perry menaruh harapan besar kepada kepemimpinan baru BI. Salah satu tantangan yang menjadi sorotannya adalah menjaga stabilitas perekonomian di tengah ketidakpastian global.

"Saya berharap Dewan Gubernur yang baru mampu memperkuat mandat Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas dan turut mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, di tengah gejolak global yang masih berlanjut," kata Perry.

Pesan tersebut muncul ketika bank sentral masih menghadapi tekanan eksternal yang cukup kuat. Rapat Dewan Gubernur BI pada 18–19 Agustus 2026 mempertahankan BI-Rate di level 5,75%, Deposit Facility 4,75%, dan Lending Facility 6,50%.

BI menyebut keputusan tersebut antara lain ditujukan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah, menjaga inflasi tetap dalam sasaran 2,5±1% pada 2026 dan 2027, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Data BI menunjukkan inflasi tahunan Indonesia pada Juli 2026 berada di level 2,88%, sedangkan cadangan devisa pada periode yang sama mencapai US$145,34 miliar.

Destry Damayanti Jadi Perempuan Pertama Pimpin BI

Pengesahan Destry Damayanti sekaligus menandai sejarah baru bagi bank sentral. Destry menjadi perempuan pertama yang menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia secara definitif. Sebelum terpilih menggantikan Perry, ia menjabat Deputi Gubernur Senior BI sejak 2019 dan sempat menjalankan tugas sebagai pejabat Gubernur BI setelah pengunduran diri Perry.

Destry Damayanti (tengah) di Rapat Paripurna DPR RI, Selasa (1/9). Dok. YouTube/DPR RI

Dalam uji kelayakan dan kepatutan di DPR, Destry menekankan pentingnya menjaga independensi Bank Indonesia sembari memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan lembaga lain untuk menghadapi kondisi ekonomi yang semakin kompleks. Destry juga menempatkan stabilitas, dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi, serta penciptaan lapangan kerja sebagai bagian dari fokus kebijakannya.

Komisi XI DPR sebelumnya menetapkan Destry, Aida, dan Solikin melalui musyawarah mufakat. Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fauzi Amro mengatakan penetapan tersebut dilakukan setelah mempertimbangkan rekam jejak, kapasitas, serta visi masing-masing calon dalam menjalankan tugas di bank sentral.

Lebih dari Delapan Tahun Perry Pimpin Bank Indonesia

Perry pertama kali menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia pada 24 Mei 2018 dan kembali mendapatkan mandat untuk periode kedua mulai 24 Mei 2023. Sebelum berada di kursi tertinggi bank sentral, ia pernah menjadi Deputi Gubernur BI periode 2013–2018.

Pria kelahiran Sukoharjo tersebut mengawali kariernya di Bank Indonesia pada 1984. Perry merupakan alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada serta meraih gelar master dan Ph.D dari Iowa State University, Amerika Serikat. Kariernya banyak berkaitan dengan riset ekonomi, kebijakan moneter, pengelolaan devisa, isu internasional, hingga transformasi organisasi.

Setelah lebih dari delapan tahun memimpin BI, Perry mengundurkan diri secara sukarela dengan alasan pribadi. Pemerintah mengumumkan secara resmi pengunduran dirinya pada 27 Juli 2026 setelah surat tersebut diterima Presiden Prabowo Subianto.

Dalam pernyataan terbarunya, Perry turut menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diterimanya selama menjalankan tugas di Bank Indonesia.

"Saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan yang diberikan kepada saya selama ini dalam menjalankan tugas-tugas Bank Indonesia sesuai Undang-Undang dan ketentuan yang berlaku," kata Perry.

QRIS Jadi Salah Satu Warisan Era Perry Warjiyo

Salah satu transformasi besar selama kepemimpinan Perry adalah lahirnya Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS. Bank Indonesia resmi meluncurkan QRIS pada 17 Agustus 2019 sebagai standar nasional pembayaran menggunakan kode QR, sebelum implementasinya diberlakukan secara nasional pada awal 2020.

Perkembangannya kini cukup masif. Hingga Juni 2026, BI mencatat jumlah pengguna QRIS telah mencapai 65,77 juta orang dengan 44,86 juta merchant. Sebanyak 96,68% merchant QRIS merupakan pelaku UMKM.

Sepanjang semester I-2026, QRIS membukukan 12,55 miliar transaksi dengan nilai mencapai Rp1,12 kuadriliun atau meningkat 93,92% secara tahunan. Pertumbuhan tersebut berlanjut pada Juli 2026. Volume transaksi QRIS tercatat tumbuh 82,42% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kini, tongkat kepemimpinan BI beralih kepada Destry Damayanti bersama Aida S. Budiman dan Solikin M. Juhro. Mereka akan menghadapi tantangan menjaga stabilitas rupiah dan inflasi sekaligus memastikan kebijakan moneter, makroprudensial, serta sistem pembayaran tetap mampu menopang pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Perry Warjiyo, Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, Gubernur BI, dan Deputi Gubernur BI dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.