periskop.id - Presiden Prabowo Subianto menunda kunjungan kenegaraan ke China. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto menangguhkan rencana kunjungannya ke Republik Rakyat Tiongkok (RRT) karena dua pertimbangan utama.
Alasan tersebut adalah adanya undangan untuk menghadiri forum internasional lain serta keinginan Presiden untuk fokus pada perkembangan situasi di dalam negeri.
“Salah satunya adalah undangan untuk beliau menghadiri Sidang Tahunan PBB di New York. Ini membuat salah satu pertimbangan bagi beliau di dalam memutuskan hadir atau tidaknya beliau memenuhi undangan dari pemerintah Tiongkok,” ujar Prasetyo Hadi dalam keterangannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (30/08).
Selain agenda internasional yang padat pada bulan September mendatang, dinamika di tanah air turut menjadi faktor krusial dalam pengambilan keputusan ini.
Mensesneg menyatakan bahwa Presiden Prabowo ingin memimpin langsung penanganan situasi dan memastikan semua berjalan dengan baik.
“Tentu saja karena dinamika di dalam negeri, Bapak Presiden ingin terus memantau secara langsung. Beliau juga ingin memimpin secara langsung, kemudian mencari penyelesaian-penyelesaian yang terbaik,” tutur Prasetyo.
Prasetyo menegaskan bahwa keputusan ini diambil dengan pertimbangan yang matang dan tetap mengedepankan hubungan baik dengan pemerintah Tiongkok.
Atas nama Presiden, ia juga menyampaikan permohonan maaf atas penundaan kunjungan tersebut.
“Oleh karena itu, Bapak Presiden Prabowo Subianto dengan kerendahan hati dan dengan memohon maaf kepada pemerintah Tiongkok, beliau memutuskan untuk belum dapat menghadiri undangan dari pemerintah Tiongkok,” tutupnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar