periskop.id - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mempercepat langkah pemulihan ekosistem pendidikan pasca bencana di Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, setelah banjir bandang dan longsor merusak sejumlah sekolah di wilayah tersebut.
Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Manajemen dan Kelembagaan Didik Suhardi, memimpin peninjauan lapangan untuk mengidentifikasi kebutuhan darurat dan memastikan proses pembelajaran dapat segera kembali berjalan.
“Kami dari Kemendikdasmen mengucapkan duka atas musibah banjir bandang maupun tanah longsor yang terjadi di Sumatera Utara,” ujarnya pada Kamis (4/11) dikutip dari Antara.
Didik menegaskan bahwa kehadiran pemerintah pusat merupakan bentuk komitmen negara dalam memastikan hak anak untuk tetap memperoleh pendidikan, meskipun berada dalam kondisi kedaruratan. Dari hasil peninjauan, Kemendikdasmen menemukan sejumlah bangunan sekolah mengalami kerusakan berat hingga tidak layak digunakan.
Beberapa sekolah bahkan harus direlokasi karena kondisi teknis tidak memungkinkan untuk dibangun kembali di lokasi semula.
“Untuk itu, kami melakukan pendataan agar penanganan dapat segera dilakukan,” tegas Didik.
Sebagai langkah awal, Kemendikdasmen memberikan bantuan pembersihan lingkungan sekolah, penyediaan buku, serta peralatan belajar. Pemerintah juga menyiapkan penggantian perangkat pembelajaran yang rusak, termasuk Interactive Flat Panel atau Papan Interaktif Digital (PID) yang terdampak bencana.
Pendataan detail terkait kerusakan sarana dan prasarana dijadwalkan akan diselaraskan dengan proses pengusulan dalam anggaran tahun 2026. Selain pemulihan fisik, Kemendikdasmen menekankan pentingnya dukungan psikososial bagi siswa untuk membantu mereka kembali pulih secara emosional.
Didik mengimbau sekolah segera mengaktifkan kembali pembelajaran dengan pendekatan adaptif.
“Pembelajaran bisa dimulai melalui permainan, konseling trauma, dan kegiatan menyenangkan agar anak-anak kembali merasa nyaman,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para guru, kepala sekolah, dan masyarakat setempat yang bergerak cepat mengevakuasi, membantu pembersihan, dan menjaga keberlangsungan pembelajaran.
“Partisipasi dari kepala sekolah, bapak dan ibu guru, serta masyarakat luar biasa,” kata Didik.
Tinggalkan Komentar
Komentar