periskop.id - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengungkapkan sebanyak 29 desa dilaporkan hilang akibat bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera dan Aceh.
Dari total tersebut, sebanyak 21 desa berada di Provinsi Aceh, terutama di Kabupaten Aceh Tamiang, Nagan Raya, dan Gayo Lues.
Sementara itu, delapan desa lainnya berada di Sumatera Utara, khususnya di wilayah Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah. Adapun di Sumatera Barat dilaporkan tidak ada desa yang hilang akibat bencana tersebut.
"Di Sumatera Utara ada delapan desa yang hilang, khususnya di Tapsel dan Tapanuli Tengah, dan di Sumatera Barat alhamdulillah tidak ada desa yang hilang," kata Tito dalam Rakor Satgas Pemulihan Pasca Bencana Sumatra di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (18/2).
Menurut Tito, pemerintah akan segera menuntaskan persoalan relokasi warga serta penyelesaian administrasi pemerintahan desa yang terdampak. Jika wilayah desa benar-benar hilang akibat longsor atau terendam banjir, maka pemerintah akan memutuskan apakah desa tersebut akan dibangun kembali di lokasi baru atau dihapus dalam administrasi pemerintahan.
"Kalau desanya hilang, apakah akan dibangun kembali atau dihapus dalam administrasi pemerintah," jelasnya.
Ia menambahkan, pemerintah telah melakukan mobilisasi besar-besaran dalam penanganan bencana di bawah koordinasi langsung Presiden. Seluruh kementerian dan lembaga terkait dikerahkan, termasuk TNI sebanyak 3.912 personel, Polri 7.465 personel, serta unsur dari BNPB, Basarnas, Kementerian PU, Kementerian Sosial, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Keuangan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan instansi lainnya.
Secara keseluruhan, sebanyak 90.109 personel telah diterjunkan sejak awal untuk membantu penanganan bencana, evakuasi warga, distribusi bantuan, hingga pemulihan infrastruktur terdampak.
"Dengan total 90.109 personel yang dikerahkan sejak awal," tutupnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar