iklan periskop
Nasional

Ketua SPPG Jati Karanganyar Mual Usai Cicip Menu MBG

Ketua SPPG Jati Karanganyar mual dan muntah usai mencicipi ayam rempah MBG yang berbau aneh, membuat menu batal dibagikan ke 300 penerima.

4 jam yang lalu · 2 mnt baca
MBG, Makan Bergizi Gratis, MBG Sekolah Dasar
Siswa mengonsumsi makan bergizi gratis (MBG) di SDN Pejaten Barat 1 Pagi, Jakarta, Jumat (10/3/2025). Periskop/Arief Rachman
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Ketua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jati di Jaten, Karanganyar, Abra Yodha Raya, mual dan muntah usai mencicipi menu ayam rempah Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (12/8). Menu itu pun batal dibagikan ke penerima.

Abra menjelaskan, kejadian itu berawal dari laporan tim dapur yang mencurigai aroma ayam rempah yang akan disajikan. Ia langsung berinisiatif mencicipi menu tersebut sebelum didistribusikan.

"Saya dapat laporan dari dapur, dari chef-nya bilang 'Pak ini coba dirasakan sama dibau, ini kalau dari saya ada agak aneh'. Ahli gizi juga sudah merasakan, laporan ke saya, terus saya turun tangan," kata Abra di SPPG Jati, Jaten, Karanganyar, Kamis (13/8).

Sebanyak 10 orang ikut mencicipi menu tersebut, termasuk Abra dan tim ahli gizi. Namun hanya dirinya yang merasakan mual hingga pusing setelah mencicip.

"Kalau saya kemarin iya (muntah-muntah) sama mual dan pusing. Yang mencicip ada saya, pengolahan tuh semua, ada ahli gizi, jadi sekitar 10 orang. Yang lain nggak apa-apa," ucapnya.

Ia menduga kondisi tersebut muncul bukan akibat menu yang bermasalah, melainkan karena tubuhnya kelelahan usai beraktivitas fisik berat.

"Mungkin bisa jadi itu karena saya sorenya habis sepakbola pol-polan sampai lemas terus paginya kan jaga di sini, jadwal piket juga di sini. Kalau piket otomatis nggak tidur, nah mungkin efek itu juga bisa," terangnya.

Meski begitu, Abra tetap mencatat ada kejanggalan pada aroma makanan meski rasanya tak berubah. Pengujian organoleptik pun dilakukan untuk memastikan kelayakan menu tersebut.

Abra menyebutkan, ayam rempah itu dimasak untuk batch kedua yang rencananya dibagikan ke 300 penerima. Untungnya, menu tersebut belum sempat didistribusikan saat kejanggalan ditemukan.

"Rasa itu enak, karena apa? Ketutup rempah, tapi dari aroma nggak bisa dibohongi, Mas. Aromanya memang beda, agak kecut. Kalau di organoleptik itu ada skala 1 sampai 5, kita kasih nilai 2, jadi rendah," pungkas Abra.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.