iklan periskop
Nasional

Pesantren Lebih dari 1.000 Santri Boleh Bikin Dapur MBG Mandiri

Pemerintah izinkan pesantren berasrama di atas 1.000 santri mendirikan dapur mandiri MBG dengan standar SPPG dan SLHS. Aktivasi awal difokuskan pada 1.700 dapur di daerah stunting...

1 minggu yang lalu · 2 mnt baca
Lokasi Pondok Pesantren Al Falah, Desa Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri
Lokasi Pondok Pesantren Al Falah, Desa Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. dok. Pesantren Al Falah Kediri
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Pemerintah resmi mengizinkan pondok pesantren dan sekolah keagamaan berbasis asrama dengan populasi di atas 1.000 santri untuk mendirikan dapur mandiri Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, fasilitas tersebut wajib dibangun sesuai standar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyampaikan, skema pengelolaan mandiri ini dikhususkan bagi lembaga pendidikan berasrama berskala besar. Hal ini dilakukan untuk mempermudah distribusi gizi bagi para santri.

“Pondok atau sekolah berbasis keagamaan yang boarding dengan jumlah santri di atas seribu diperbolehkan membuat dapur, tetapi harus sesuai standar SPPG,” kata Sudaryono di Gedung Kemenko Pangan, Kamis (6/8).

Sudaryono menegaskan, dapur mandiri tersebut wajib mematuhi standar kebersihan dan kelaikan sanitasi yang ditetapkan pemerintah pusat.

“Misalnya pondok dengan dua ribu santri yang berasrama, mereka bisa membuat dapur sendiri, tetapi harus sesuai standar SPPG dan memiliki SLHS,” ujarnya.

Bagi pesantren atau sekolah keagamaan dengan jumlah santri kurang dari 1.000 orang, Sudaryono melarang pengolahan makanan secara mandiri. Hal ini dilakukan demi efisiensi dan pengawasan kualitas.

“Kalau di bawah itu harus ikut SPPG terdekat, agar lebih mudah,” tegas Sudaryono.

Pembukaan 13.000 Dapur MBG

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meluruskan informasi mengenai pembukaan serentak 13.000 dapur MBG. Pihaknya mengutamakan aktivasi bertahap pada 1.700 dapur yang siap beroperasi di wilayah prioritas dengan angka stunting tinggi.

“Dari data overlay, ada sekitar 1.700 dapur yang sudah siap beroperasi di daerah dengan tingkat stunting tinggi,” kata Zulkifli.

Zulkifli juga memperingatkan pengurus pesantren dan masyarakat agar mewaspadai oknum yang menjanjikan kemudahan izin pendaftaran dapur MBG di tingkat daerah.

“Kalau ada orang mengaku bisa membantu urusan izin, saya pastikan itu bohong,” imbau Zulkifli.

Pemerintah memastikan penunjukan dan pemetaan seluruh pengelola dapur MBG dilakukan secara akuntabel dan berbasis data terpadu antarkementerian.

“Semua dilakukan by system dan transparan,” ungkap Zulkifli.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dan pesantren dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.