Stop Impor Solar Per 1 Juli 2026 Lewat B50, Prabowo: Hemat Devisa Rp170 Triliun
Indonesia resmi menghentikan impor solar sejak 1 Juli 2026. Presiden Prabowo menyebut kebijakan ini menghemat devisa hingga Rp170 triliun.

Periskop.id – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam mewujudkan swasembada energi nasional mulai terealisasi nyata. Indonesia secara resmi menghentikan seluruh impor bahan bakar minyak (BBM) jenis solar terhitung sejak 1 Juli 2026 berkat keberhasilan produksi biodiesel B50 berbasis kelapa sawit.
Presiden Prabowo menyampaikan terobosan produksi energi mandiri ini menjadi tonggak sejarah baru bagi ketahanan energi nasional.
“Janji swasembada energi sekarang sudah mulai kita wujudkan, dengan pertama kali swasembada BBM jenis solar kita berhasil produksi diesel dengan B50 dari kelapa sawit,” kata Prabowo saat membacakan pidatonya dalam sidang MPR, di Gedung Nusantara, Jumat (14/8).
Dengan berhentinya ketergantungan pada pasokan solar dari luar negeri, Indonesia berhasil menyelamatkan cadangan devisa negara dalam jumlah fantastis yang sebelumnya harus terus mengalir ke luar negeri.
“Sehingga mulai tahun ini satu Juli 2026 kita tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri,” ujar Prabowo.
Prabowo mengungkapkan, penghentian impor solar tersebut memberikan dampak positif yang sangat signifikan terhadap efisiensi anggaran dan stabilitas ekonomi nasional.
“Dan kita berhasil menghemat Rp170 triliun, sekitar 9,5 miliar dolar Amerika tidak lagi harus kirim ke luar negeri,” ungkap Prabowo.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Prabowo Subianto, B50, dan Sidang Tahunan MPR dengan mengeklik tautan.




Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.