Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin Beri ‘Gelar Kehormatan’ Kepada Tujuh Presiden RI
Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin memberi gelar kehormatan kepada tujuh presiden RI, dari Soekarno sebagai Bapak Proklamator hingga Jokowi Bapak Infrastruktur

Periskop.id - Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin memberikan gelar kehormatan kepada tujuh presiden Republik Indonesia. Gelar tersebut disampaikan sebagai bentuk penghormatan atas capaian masing-masing pemimpin selama masa jabatannya.
Sultan menegaskan, setiap presiden Indonesia merupakan negarawan dengan capaian nyata pada masanya masing-masing. Ia menyampaikan penghormatan ini dalam rangkaian pidato menjelang peringatan HUT RI ke-81.
"Izinkan kami menundukkan hormat kepada para pemimpin bangsa terdahulu. Setiap presiden republik ini adalah negarawan dengan capaian nyata pada masanya masing-masing," kata Sultan dalam Pidato Pengantar Ketua DPD RI pada Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026 di Jakarta, Jumat (14/8).
Presiden pertama Soekarno mendapat gelar Bapak Proklamator. Sultan melanjutkan dengan menyebut Presiden Soeharto sebagai Bapak Pembangunan atas capaiannya di era Orde Baru.
Presiden ketiga Bacharuddin Jusuf Habibie disebut Sultan sebagai Bapak Teknologi. Gelar berikutnya diberikan kepada Presiden Abdurrahman Wahid sebagai Bapak Pluralisme atas kontribusinya menjaga keberagaman bangsa.
Presiden Megawati Soekarnoputri mendapat gelar Srikandi Konstitusi dari Sultan dalam pidatonya. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono disebutnya sebagai Bapak Perdamaian, sementara Presiden Joko Widodo mendapat gelar Bapak Infrastruktur.
Sultan menegaskan, seluruh gelar kehormatan ini bukan sekadar simbolis, melainkan cerminan dari peran sejarah yang telah dijalankan masing-masing pemimpin. Ia menyebut ada satu garis besar yang menyatukan seluruh capaian tersebut.
"Setiap pemimpin telah menasbihkan peran sejarahnya. Satu benang merah selalu hadir, daerah yang semakin kuat, Indonesia yang semakin berdaulat," tegas Sultan.
Penyampaian gelar kehormatan ini menjadi pengantar sebelum Sultan membahas era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto sebagai babak baru dalam sejarah bangsa. Ia menyebut sejarah kepemimpinan nasional kini memasuki babak baru dengan Prabowo sebagai presiden saat ini.
Segmen penghormatan kepada para presiden ini disampaikan dalam forum Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI yang turut dihadiri sejumlah mantan presiden dan wakil presiden. Pidato tersebut digelar tiga hari menjelang peringatan HUT RI ke-81 pada 17 Agustus.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai DPD RI, dan Sidang Tahunan MPR dengan mengeklik tautan.






Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.