iklan periskop
Nasional

Prabowo Kirim 50.000 Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT, Bantuan Menuju Maumere

Prabowo memberangkatkan 50.000 paket sembako untuk korban gempa M7,7 NTT menuju Maumere. Pemerintah juga mengerahkan menteri dan stok logistik darurat.

6 jam yang lalu · 4 mnt baca
pesawat bantuan
Pesawat yang akan membawa 50.000 paket Bantuan Presiden (Banpres) berupa 50.000 paket sembako untuk masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8). dok. Badan Komunikasi Pemerintah
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Presiden Prabowo Subianto memberangkatkan 50.000 paket sembako Bantuan Presiden (Banpres) menuju Maumere untuk memenuhi kebutuhan awal masyarakat terdampak gempa magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8). Pengiriman bantuan dilakukan bersamaan dengan pengerahan sejumlah menteri, kepala lembaga hingga tim BUMN ke wilayah terdampak untuk mempercepat penanganan darurat.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan bantuan tersebut telah diberangkatkan menuju salah satu wilayah terdampak di Pulau Flores.

"Telah diberangkatkan ke Maumere berupa 50.000 paket sembako dari Banpres untuk masyarakat terdampak," kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.

Selain mengirim bantuan pangan, Prabowo menugaskan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri PU Dody Hanggodo, Kepala BNPB Suharyanto dan Kepala Basarnas Mohammad Syafii untuk turun langsung menuju Labuan Bajo dan Maumere.

Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono juga masuk dalam tim yang diterjunkan. Pemerintah turut melibatkan PLN, Pertamina, Telkom dan Bulog untuk mempercepat pemulihan layanan dasar serta pemenuhan kebutuhan masyarakat.

"Presiden Prabowo telah memerintahkan seluruh jajaran untuk bergerak cepat melakukan penanganan dan memastikan masyarakat yang terdampak mendapatkan bantuan yang dibutuhkan," ujar Teddy.

Sembako untuk Logistik Awal Pengungsi

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto memastikan 50.000 paket bantuan tersebut akan segera diarahkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Fokus awal pemerintah adalah memastikan kebutuhan pangan dan kebutuhan darurat warga tetap tersedia selama masa tanggap bencana.

"Ini segera kami akan kirimkan untuk membantu kebutuhan logistik awal di daerah bencana," kata dia.

Selain sembako, pemerintah menyiapkan makanan dan minuman, air bersih, tenda atau tempat berlindung sementara, genset serta berbagai kebutuhan darurat lainnya. Detik melaporkan BNPB bersama Kementerian Sosial juga mengoptimalkan stok bantuan yang sudah tersedia di wilayah sekitar Flores agar distribusi tidak hanya bergantung pada pasokan yang dikirim dari luar NTT.

Strategi tersebut dilakukan dengan menggeser sebagian persediaan dari kabupaten yang tidak terdampak atau mengalami dampak relatif lebih ringan. Salah satu sumber logistik berada di Flores Timur, tempat BNPB dan Kementerian Sosial sebelumnya menyimpan bantuan sebagai cadangan untuk penanganan erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.

"Di gudang masih banyak barang-barang, dan untuk sementara ini akan kita geser ke daerah terdampak bencana gempa bumi," kata Suharyanto.

Langkah memanfaatkan gudang terdekat menjadi penting karena sejumlah akses darat di Flores mengalami longsor dan gangguan pascagempa. Pemerintah juga masih melakukan asesmen untuk menentukan jumlah personel, armada udara, peralatan dan logistik tambahan yang harus dikerahkan berdasarkan kondisi nyata di lapangan.

38 Orang Meninggal, Sekitar 2.000 Warga Mengungsi

Berdasarkan pemutakhiran BNPB hingga pukul 15.00 WIB, gempa NTT menyebabkan 38 orang meninggal dunia, dua orang luka berat dan 11 orang luka ringan. Sekitar 2.000 orang juga mengungsi secara mandiri menuju lokasi yang dinilai lebih aman. Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur termasuk kawasan yang mencatat dampak signifikan.

Data korban masih dapat berubah karena proses pencarian, identifikasi dan verifikasi terus berlangsung. Reuters juga melaporkan tim penyelamat masih berupaya menjangkau kawasan yang aksesnya terganggu akibat longsor dan masalah komunikasi setelah gempa.

Gempa terjadi pada pukul 04.58 WIB dengan parameter pemutakhiran magnitudo 7,7 dan kedalaman 15 kilometer. BMKG mencatat pusat gempa berada di laut sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo dan sempat memicu peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah di NTT, NTB dan Sulawesi Selatan.

Peringatan dini tsunami kemudian dinyatakan berakhir sekitar pukul 07.30 WIB. Meski demikian, masyarakat masih diminta waspada terhadap gempa susulan. Hingga pukul 14.00 WIB, BMKG telah merekam 235 aktivitas gempa susulan dengan magnitudo antara 2,5 hingga 6,2.

“BMKG tidak lagi mencatat adanya kenaikan muka air laut yang signifikan dan membahayakan masyarakat di sepanjang pesisir terdampak,” kata Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama.

Dengan penanganan korban masih berlangsung, pemerintah menempatkan distribusi logistik sebagai salah satu prioritas selain pencarian dan evakuasi. Pengiriman 50.000 paket sembako ke Maumere diharapkan memperkuat pasokan awal, sementara stok dari Flores Timur dan wilayah sekitar digeser untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan pengungsi tanpa menunggu seluruh bantuan tiba dari pusat.

 

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Teddy Indra Wijaya, seskab, gempa bumi, dan Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.