periskop.id - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani untuk memaparkan data minat investasi asing secara terbuka kepada publik. Perintah itu muncul usai Prabowo memanggil sejumlah anggota Kabinet Merah Putih ke kediamannya di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Minggu (14/6).
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebutkan, dalam pertemuan tersebut Rosan menyerahkan laporan hasil kunjungan kerjanya ke Amerika Serikat serta sejumlah negara di kawasan Eropa dan Asia.
"Presiden menerima laporan dari Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BPI Danantara terkait hasil kunjungan kerjanya ke Amerika Serikat serta sejumlah negara di Eropa dan Asia," kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (14/6).
Teddy memaparkan, laporan yang diterima Prabowo memuat fakta dan data yang menggambarkan naiknya kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia. Kepercayaan itu terpantau dari derasnya minat investor asing yang masuk ke berbagai sektor strategis nasional.
"Laporan tersebut menunjukkan fakta dan data valid meningkatnya kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia, yang tercermin dari tingginya minat dan masuknya investasi ke berbagai sektor strategis nasional," sambung Teddy.
Merespons laporan itu, Prabowo langsung menginstruksikan Rosan agar temuan positif tersebut tidak hanya berhenti di level internal pemerintah. Data soal lonjakan minat investasi asing itu diminta segera diungkap ke hadapan publik.
Pengumuman tersebut dijadwalkan digelar secara resmi di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin siang, 15 Juni 2026.
Rosan yang juga menjabat Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara kini menjadi ujung tombak pemerintah dalam menarik modal asing ke Indonesia. Kunjungan kerjanya ke AS, Eropa, dan Asia menjadi bagian dari rangkaian roadshow diplomasi investasi yang dijalankan pemerintahan Prabowo.
Langkah membuka data secara publik dinilai sebagai upaya pemerintah membangun transparansi sekaligus memperkuat narasi positif Indonesia di tengah persaingan menarik investor global.
"Presiden juga memerintahkan Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani agar data positif tersebut disampaikan kepada publik secara terbuka pada besok siang, Senin, 15 Juni 2026, di Istana Merdeka," pungkas Teddy.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar