Menanti Ruang Ekonomi Baru di Bundaran HI, Rekayasa Lalu Lintas Jadi Tantangan
Pembangunan extended concourse di Stasiun MRT Bundaran HI memasuki tahap konstruksi dengan progres 21,46 persen hingga Juli 2026.

Periskop.id- Di tengah hiruk-pikuk Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, ruang baru tengah disiapkan. Bukan sekadar jalur untuk berpindah dari satu moda transportasi ke moda lainnya, tetapi sebuah kawasan yang dirancang untuk menghidupkan aktivitas ekonomi dan memenuhi kebutuhan masyarakat dalam perjalanan.
PT MRT Jakarta (Perseroda) melalui anak usahanya, PT Integrasi Transit Jakarta (ITJ), tengah membangun extended concourse di kawasan Stasiun MRT Bundaran HI. Fasilitas seluas sekitar 4.439 meter persegi itu nantinya akan dilengkapi 24 hingga 25 area multifungsi yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan komersial, mulai dari makanan dan minuman (F&B), lifestyle, layanan, hingga kerja sama dengan tenant.
Direktur Utama ITJ Ferdiansyah Roestam mengatakan, pembangunan extended concourse merupakan bagian dari upaya mengubah ruang transit menjadi ruang multifungsi yang dapat mendukung mobilitas sekaligus aktivitas masyarakat.
"Extended concourse harus bisa mengubah ruang transit jadi ruang multifungsi untuk melayani orang-orang yang bergerak," kata Ferdiansyah dalam acara Fellowship MRTJ, Jakarta, Rabu (19/8).
Menurutnya, kebutuhan masyarakat ketika menggunakan transportasi publik tidak berhenti pada aktivitas berjalan dari satu titik ke titik lainnya.
Penumpang juga membutuhkan ruang untuk makan, minum, beristirahat hingga memenuhi kebutuhan lain selama perjalanan. Karena itu, ruang transit di kawasan Bundaran HI nantinya tidak hanya menjadi tempat singgah, tetapi juga memiliki fungsi ekonomi.
Namun, sebelum ruang baru tersebut dapat dinikmati masyarakat, pembangunan extended concourse masih menghadapi tantangan, salah satunya rekayasa lalu lintas di sekitar Bundaran HI.
Ferdiansyah mengatakan, proses konstruksi saat ini berlangsung secara paralel di sejumlah sisi kawasan. Pekerjaan tersebut meliputi pembangunan struktur extended concourse, pemasangan bata, waterproofing, hingga persiapan pembangunan akses tangga, eskalator, dan lift.
Kondisi tersebut membuat sejumlah ruang jalan di sekitar proyek harus ditutup dan dialihkan secara bertahap.
"Bagaimanapun juga ruang 4.439 m² ini punya tantangan yang harus kita tangani sama-sama, terutama dalam manajemen rekayasa lalu lintas," ungkapnya.
Rekayasa lalu lintas dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama berlangsung sejak April hingga September 2026 dengan penutupan area konstruksi di sisi barat dan timur kawasan Bundaran HI.
"Tahap 1 itu menutup construction area yang berwarna biru, baik di sisi barat, ya, sisi Plaza Indonesia, maupun di sisi timur, Pullman dan Wisma Nusantara. Kita akan closing seperti ini, pengalihan lalu lintas merapat, ya. Kemudian pekerjaan pondasi tiang dan pemancangan SSP, ya," ungkapnya.
Selanjutnya, tahap kedua akan berlangsung mulai Oktober 2026 hingga Mei 2027. Pada tahap ini, sejumlah area jalan akan kembali mengalami penyesuaian untuk mendukung penyelesaian konstruksi.
"Akan ada beberapa area yang kita lock, kita closing untuk penyelesaian, ya, baik itu termasuk di area tengah, ya, sehingga kendaraan akan mengarah ke sisi penggunaan ruang jalan yang shared surface dengan Busway, ya, dengan bus. Kemudian begitu juga yang terjadi di area timur. Penumpukan kendaraan akan dialihkan dalam dua area, ya, dan area Busway-nya akan dilepas separator jalan-nya," bebernya.
Dengan kata lain, masyarakat harus melewati masa transisi sebelum dapat menikmati ruang baru tersebut. Kepadatan dan perubahan pola lalu lintas menjadi konsekuensi yang tidak terhindarkan dari pembangunan infrastruktur di salah satu kawasan tersibuk Jakarta.
"Di mana rekayasa lalu lintasnya akhirnya menimbulkan titik yang cukup padat di sana. Kami akan minta izin memang sama warga Jakarta bahwa untuk mencapai keterhubungan ini ada sesuatu yang harus kita jalani dulu, kita lewati," jelasnya.
Diketahui bahwa pembangunan extended concourse terus dikebut. Hingga Juli 2026, progres konstruksi telah mencapai 21,46 persen, sedikit lebih tinggi dari target 21,07 persen.
ITJ menargetkan progres mencapai 24,8 persen pada Agustus dan sekitar 45 persen pada akhir 2026. Proyek multiyears tersebut ditargetkan rampung pada Mei 2027 dan diresmikan pada Juni 2027.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai transportasi publik, MRT, dan bundaran HI dengan mengeklik tautan.

Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.