iklan periskop
Nasional

Baznas Siapkan Rp3 Miliar Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa NTT Terdampak Gempa

Baznas menyiapkan sekitar Rp3 miliar untuk beasiswa 1.000 mahasiswa NTT dari keluarga terdampak gempa, masing-masing Rp1 juta selama tiga bulan

2 jam yang lalu · 4 mnt baca
beasiswa baznas
Penyerahan simbolis beasiswa Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI untuk 1.000 orang mahasiswa terdampak gempa bumi di NTT. dok. Baznas RI
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menyiapkan beasiswa bagi sekitar 1.000 mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang keluarganya terdampak gempa magnitudo 7,7. Setiap penerima akan memperoleh Rp1 juta per bulan selama tiga bulan, sehingga nilai bantuan tahap pertama diperkirakan mencapai sekitar Rp3 miliar.

Program tersebut diarahkan terutama kepada mahasiswa asal wilayah terdampak yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah. Bantuan diharapkan menjaga keberlanjutan kuliah ketika kondisi ekonomi keluarga terganggu akibat bencana.

"Untuk upaya jangka menengah, kami menyiapkan program yang insya Allah tepat sasaran, yaitu memberikan bantuan pendidikan kepada mahasiswa dan mahasiswi asal NTT yang berasal dari keluarga terdampak gempa," kata Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad di Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Idy menjelaskan, bantuan Rp1 juta per bulan diberikan selama tiga bulan pada tahap awal kepada sekitar 1.000 mahasiswa. Program tersebut menjadi bagian dari penanganan jangka menengah Baznas setelah kebutuhan darurat masyarakat terdampak mulai ditangani.

Menurut dia, persoalan yang dihadapi mahasiswa tidak selalu berupa kerusakan langsung di tempat mereka berkuliah. Sebagian mahasiswa justru berisiko kesulitan memenuhi biaya hidup karena keluarga di kampung halaman kehilangan penghasilan atau harus memprioritaskan dana untuk pemulihan pascabencana.

"Mereka adalah mahasiswa yang berkuliah di luar daerah terdampak gempa. Kami menerima informasi bahwa mahasiswa asal daerah terdampak di NTT yang sedang kuliah di luar daerah tersebut bisa saja mengalami kendala karena kiriman biaya hidup dari keluarga mereka macet," ujarnya.

Dampak Gempa NTT Tekan Ekonomi Keluarga

Beasiswa tersebut disiapkan di tengah besarnya dampak gempa yang mengguncang Flores dan wilayah sekitarnya pada 15 Agustus 2026. BNPB mencatat hingga 23 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB, korban meninggal akibat gempa mencapai 91 orang, sementara jumlah pengungsi tercatat 161.084 jiwa. 

Tiga daerah dengan jumlah pengungsi terbesar adalah Kabupaten Manggarai sebanyak 46.519 jiwa, Nagekeo 34.256 jiwa, dan Manggarai Timur 31.372 jiwa. Besarnya dampak ekonomi juga terlihat dari kajian Baznas. Berdasarkan Damage and Loss Assessment dengan data hingga 18 Agustus, lembaga tersebut memperkirakan kerugian akibat gempa di delapan kabupaten NTT mencapai sekitar Rp2,2 triliun.

Dari jumlah itu, kerusakan sektor perumahan diperkirakan menjadi yang terbesar dengan nilai Rp1,42 triliun dan mencakup 19.317 rumah. Kerusakan fasilitas umum dan infrastruktur diperkirakan mencapai Rp275,1 miliar, sedangkan hilangnya aktivitas ekonomi sekitar Rp334,1 miliar.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan dukungan terhadap mahasiswa diperlukan. Ketika rumah, pekerjaan, atau sumber pendapatan keluarga terdampak, biaya pendidikan dan kebutuhan hidup mahasiswa di luar daerah berpotensi ikut terganggu.

Baznas Gandeng Daerah dan Mitra Cari Pendanaan

Untuk menjalankan program beasiswa, Baznas akan menghimpun dana bersama berbagai pihak, termasuk mitra lembaga. Penggalangan dana juga akan dilakukan untuk menjaga keberlanjutan program apabila bantuan masih diperlukan setelah tiga bulan pertama.

"Baznas juga telah berkoordinasi dengan pimpinan Baznas di sejumlah daerah yang menjadi pusat pendidikan mahasiswa asal NTT," ucapnya.

Koordinasi tersebut penting karena mahasiswa NTT tersebar di berbagai kota pendidikan. Sebelum program nasional ini diumumkan, Baznas Daerah Istimewa Yogyakarta bersama Pemda DIY juga telah memberikan perhatian kepada mahasiswa NTT yang keluarganya terdampak gempa.

Baznas DIY mencatat bantuan yang disalurkan pada 19 Agustus mencakup bahan pokok bagi mahasiswa asal NTT. Pemda DIY juga berupaya membantu biaya hidup dan memastikan mahasiswa tetap dapat melanjutkan pendidikan.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan perhatian tersebut juga diarahkan pada keberlangsungan hidup mahasiswa selama menempuh pendidikan.

“Nah kita akan bicara living cost dan mendapatkan kemudahan akses tetap bisa melanjutkan pendidikan di tempat itu. Itu selalu kita lakukan hal yang sama,” kata Sultan.

Langkah serupa dilakukan Universitas Nusa Cendana (Undana) di Kupang. Kampus tersebut memberikan kebijakan khusus bagi mahasiswa korban gempa berupa kelonggaran jadwal perkuliahan, penundaan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT), hingga opsi potongan UKT sebesar 50% untuk mencegah mahasiswa terkendala melanjutkan studi akibat tekanan ekonomi keluarga.

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi juga telah meminta perguruan tinggi menjaga keselamatan sivitas akademika sekaligus keberlanjutan kegiatan pendidikan. Kementerian menyiapkan program AKSARA Mahasiswa untuk melibatkan perguruan tinggi dalam pemulihan wilayah terdampak gempa NTT.

Selain bantuan pendidikan, Baznas sejak awal masa tanggap darurat telah mengerahkan personel, membuka dapur umum, menyediakan makanan siap saji, layanan kesehatan, tenda pengungsian, serta menyalurkan kebutuhan dasar kepada masyarakat terdampak.

Idy menegaskan penyaluran beasiswa tetap menggunakan prinsip tiga aman, yakni aman syar'i, aman regulasi, dan aman NKRI, sebagai dasar memastikan bantuan diberikan kepada masyarakat yang memenuhi kriteria.

Dengan tekanan ekonomi pascagempa yang masih besar, bantuan pendidikan menjadi bagian penting dari fase pemulihan. Tantangan berikutnya adalah memastikan pendataan mahasiswa terdampak dilakukan secara akurat sehingga mereka yang kehilangan dukungan ekonomi keluarga tidak terpaksa menghentikan pendidikan.

 

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), beasiswa, mahasiswa, dan Gempa NTT dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.