Kekeringan, Air Bersih Jadi Mahar di Nikah Massal Bantul
Belasan pasangan pengantin di Bantul menikah di atas truk tangki air, dengan mahar unik berupa satu tangki air bersih untuk wilayah kekeringan.

Periskop.id - Kantor Urusan Agama (KUA) Sewon di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggelar acara Nikah Bareng Keren dengan konsep tak biasa, Kamis (27/8/2026). Belasan pasangan pengantin menjalani prosesi ijab kabul di atas truk tangki air.
Bukan cuma lokasi akad yang tidak lazim. Setiap pasangan pengantin turut memberikan mahar berupa satu tangki air bersih, bukan uang, emas, atau seperangkat alat ibadah seperti umumnya.
Air bersih hasil sumbangan mahar tersebut rencananya disalurkan ke wilayah yang terdampak kekeringan di sekitar Bantul. Momen pernikahan pun sekaligus menjadi ajang kepedulian sosial bagi warga yang kesulitan air bersih.
Prosesi simbolis mahar dilakukan langsung oleh pengantin laki-laki. Mereka mengisi galon berisi air bersih sebagai tanda serah terima mahar kepada pengantin perempuan, sebelum akad resmi berlangsung.
Truk tangki air yang terparkir di lokasi acara menjadi latar utama dari seluruh rangkaian ijab kabul. Kehadiran truk tersebut bukan sekadar dekorasi, melainkan alat angkut air bersih yang nantinya dikirim ke daerah kering.
Setiap pasangan pengantin menyumbang satu tangki air. Jika dikalikan jumlah pasangan yang mengikuti acara, total sumbangan air bersih yang terkumpul bisa membantu banyak keluarga di wilayah kekeringan.
Musim kemarau di sejumlah wilayah Bantul kerap memicu krisis air bersih. Kebutuhan air warga meningkat, sementara pasokan dari sumber alami menyusut.
Kondisi itulah yang mendasari konsep unik acara nikah massal tersebut. Mahar air bersih dipilih sebagai bentuk kontribusi nyata pengantin terhadap masyarakat sekitar yang membutuhkan.
Acara Nikah Bareng Keren sendiri merupakan program nikah massal yang digelar KUA Sewon. Program semacam ini biasa diikuti pasangan yang ingin menikah secara resmi dengan biaya lebih terjangkau.
Namun edisi kali ini tampil beda karena mengusung tema kepedulian lingkungan sekaligus solidaritas sosial. Konsep mahar air bersih membuat acara ini disorot lantaran jarang ditemui dalam tradisi pernikahan pada umumnya.
Kekeringan yang melanda sebagian wilayah Bantul saat kemarau membuat distribusi air bersih dari truk tangki menjadi kebutuhan mendesak bagi warga terdampak. Sumbangan mahar dari belasan pasangan pengantin diharapkan dapat meringankan kesulitan tersebut, sekaligus menjadi contoh perayaan pernikahan yang membawa manfaat langsung bagi masyarakat luas.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai KUA dengan mengeklik tautan.
Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.