iklan periskop
Pasar Modal

IHSG Berpotensi Lanjut Menguat Selasa (18/8), Ini Faktornya

IHSG diproyeksikan lanjut menguat usai naik 1,59% pekan lalu, tapi net sell asing Rp1,58 triliun jadi sinyal waspada bagi investor.

2 hari yang lalu · 2 mnt baca
Demutualisasi, BEI, IHSG, OJK
Suasana Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/1). Foto: Periskop.id/Maria Jessica Elvira Marus
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa (18/8/2026). Namun, investor diminta tetap mewaspadai risiko keluarnya dana asing usai pasar mencatat aksi jual bersih dalam sepekan terakhir.

Pada penutupan Jumat (14/8), IHSG tercatat naik 1,59% ke level 6.401,89. Secara teknikal, indeks masih berpeluang menanjak lebih jauh menuju area 6.450 hingga 6.480.

"Stochastic RSI membentuk golden cross di pivot area serta terjadi pelebaran histogram positif MACD," kata Head of Research & Education Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan dalam riset yang dirilis Jumat (14/8).

Sinyal teknikal yang positif itu, menurut Valdy, menjadi dasar proyeksi penguatan lanjutan IHSG dalam beberapa hari ke depan. Meski begitu, arah indeks bakal tetap dipengaruhi sejumlah sentimen dari luar negeri.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menyebutkan, pelaku pasar akan mencermati hasil rapat Gubernur Bank Sentral AS atau The Fed. Selain itu, rilis data PMI manufaktur, jasa, dan komposit Amerika Serikat juga bakal jadi perhatian.

Nico menambahkan, data inflasi consumer price index (CPI) serta PMI manufaktur, jasa, dan komposit dari Eropa turut masuk radar investor. Dari China, pasar menanti data penjualan ritel dan produksi industri sebagai indikator kondisi ekonomi global.

Selain sentimen global, tekanan juga datang dari dalam negeri. Head of Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memaparkan, investor akan mencermati hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) pekan ini terkait keputusan suku bunga acuan.

BI diperkirakan mempertahankan BI Rate di level 5,75%. Herditya melanjutkan, dampak pengumuman MSCI terhadap aliran dana ke pasar saham Indonesia juga perlu diperhatikan investor.

Di sisi lain, aksi jual bersih investor asing dalam sepekan terakhir tercatat mencapai Rp1,58 triliun. Kondisi ini dinilai jadi salah satu risiko utama, meski IHSG masih punya peluang menguat secara teknikal.

Tekanan jual asing yang berlanjut berpotensi membatasi ruang penguatan indeks, terutama di tengah ketidakpastian sentimen global dan keputusan kebijakan moneter yang belum jelas arahnya.

Dengan mempertimbangkan berbagai sentimen tersebut, IHSG diproyeksikan memiliki level support di 6.324 dan resistance di 6.425 pada perdagangan pekan ini.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Bank Indonesia (BI), Phintraco Sekuritas, ihsg hari ini, dan Prediksi IHSG dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.