IHSG Melemah 1% Usai FTSE Russell Tunda Rebalancing
IHSG dibuka melemah usai FTSE Russell menunda penambahan saham baru dari pasar modal Indonesia sampai peninjauan Desember mendatang.

Periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Rabu, 19 Agustus 2026, menyusul keputusan FTSE Russell menahan penambahan saham baru dari pasar modal Indonesia. Pelemahan terus berlanjut hingga IHSG anjlok 1,04% ke level 6.382,44 pada pukul 09.04 WIB.
FTSE Russell, penyedia indeks saham global asal Inggris, memutuskan menunda penambahan konstituen baru dari bursa Indonesia setidaknya sampai peninjauan indeks berikutnya pada Desember 2026. Penundaan ini mencakup emiten yang baru melantai lewat penawaran umum perdana (IPO), perubahan segmen ukuran antartingkatan large, mid, small, hingga micro-cap, kenaikan porsi saham publik atau free float, serta pembaruan weight adjustment factor (WAF) dari nol ke positif.
"Langkah ini memberikan waktu tambahan untuk mengamati dan memantau reformasi pasar serta efektivitasnya," bunyi pengumuman resmi FTSE Russell, Rabu (19/8).
Keputusan itu langsung berimbas ke pergerakan IHSG pagi ini. Indeks dibuka di level 6.408, sempat menyentuh level tertinggi 6.414, sebelum tergerus ke titik terendah 6.376.
Mayoritas saham ikut berada di zona merah. Berdasarkan data perdagangan RTI, tercatat 151 saham naik, 302 saham melemah, dan 201 saham stagnan pagi ini.
Volume perdagangan pagi ini sudah mencapai 2,39 miliar saham dengan perputaran uang mencapai Rp836,19 miliar. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 155.070 kali.
Meski melemah pada perdagangan pagi ini, IHSG masih mencatat kenaikan 1,75% secara mingguan. Secara bulanan, indeks juga masih tumbuh 0,6%.
Namun tren jangka menengah dan panjang menunjukkan arah berbeda. IHSG tercatat melemah 7,64% selama tiga bulan terakhir dan melemah lebih dalam, 28,96%, dalam enam bulan terakhir.
Dalam setahun terakhir, IHSG bahkan tercatat turun 12,77%. Data ini menggambarkan tekanan jangka panjang yang masih membayangi pasar modal Indonesia.
Penundaan rebalancing oleh FTSE Russell sendiri bukan kali pertama terjadi. Lembaga ini sebelumnya juga sempat menahan penambahan saham baru dari Indonesia, dan kali ini keputusan serupa kembali diambil sambil menunggu hasil reformasi pasar modal domestik.
Peninjauan indeks berikutnya baru akan dilakukan FTSE Russell pada Desember 2026, yang akan menentukan apakah emiten-emiten baru Indonesia bisa masuk sebagai konstituen indeks global tersebut.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai FTSE Russell, ihsg hari ini, dan Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan mengeklik tautan.




Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.