FTSE Russell Coret DSSA, DAAZ, HILL, MLIA dari Indeks Global Juni 2026, Begini Gerak Sahamnya
FTSE Russell coret DSSA, DAAZ, HILL, MLIA dari indeks global Juni 2026. Saham-saham ini langsung melemah di pasar.

periskop.id - FTSE Russell mengumumkan hasil quarterly review untuk FTSE Global Equity Index Series periode Juni 2026. Dalam pembaruan ini, sejumlah saham Indonesia tercatat keluar dari indeks, tanpa adanya penambahan emiten baru.
Berdasarkan pengumuman resmi, perubahan tersebut akan mulai efektif pada Senin, 22 Juni 2026, setelah penutupan perdagangan pada Jumat, 19 Juni 2026.
Dari kelompok Large Cap, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) tercatat sebagai satu-satunya emiten Indonesia yang dikeluarkan (exclusion) dari indeks. Sementara itu, tidak ada saham yang masuk (inclusion) ke dalam kategori ini.
Pada segmen Micro Cap, terdapat tiga saham yang juga dikeluarkan, yakni PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ), PT Hillcon Tbk (HILL), dan PT Mulia Industrindo Tbk (MLIA). Sama seperti Large Cap, tidak ada penambahan konstituen baru pada kategori ini.
Menyusul pengumuman tersebut, saham DSSA bergerak di zona merah pada perdagangan hari ini, Senin (25/5). DSSA turun 8,26% ke level 500 saat berita ditulis. DSSA dibuka pada level 505, dan bergerak pada rentang 496-555. Dalam sepekan, saham DSSA telah terkoreksi 36,71% dan turun 87,18% sejak awal tahun atau secara year to date (YTD).
Bersamaan dengan itu, saham DAAZ terkoreksi 13,82% ke level 1.465. Kemudian saham HILL parkir di level 14 per saham, anjlok 12,5% sepekan dna terkoreksi 90,85% YTD. Sementara saham MLIA parkir di level 250, turun 2,34% sepekan dan turun 26,04% YTD.
Adapun untuk kategori Mid Cap dan Small Cap, tidak terdapat perubahan baik dari sisi penambahan maupun pengurangan saham Indonesia.
FTSE Russell menyampaikan bahwa daftar perubahan ini masih berpotensi mengalami revisi hingga 5 Juni 2026. Setelah itu, keputusan akan difinalisasi pada 8 Juni 2026, dan perubahan selanjutnya hanya akan dilakukan dalam kondisi luar biasa sesuai kebijakan yang berlaku.
Secara keseluruhan, hasil evaluasi ini menunjukkan tidak adanya aliran masuk (inflow) saham Indonesia ke dalam indeks global FTSE untuk periode kali ini, dengan fokus perubahan justru pada pengurangan konstituen di segmen tertentu.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai FTSE Russell, Financial Times Stock Exchange (FTSE), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ), PT Hillcon Tbk (HILL), PT Mulia Industrindo Tbk (MLIA), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan pasar modal dengan mengeklik tautan.


Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.