periskop.id - FTSE Russell mencoret tiga saham Indonesia dari konstituen FTSE Global Equity Index Series (GEIS) dalam reviu indeks periode Juni 2026. Ketiga saham tersebut adalah PT Hillcon Tbk. (HILL), PT Mulia Industrindo Tbk. (MLIA), dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA).
Ketiganya termasuk dalam 13 saham yang disingkirkan penyedia indeks global itu secara bersamaan. HILL dan MLIA dicoret dari segmen micro cap GEIS, sedangkan DSSA dikeluarkan dari segmen large cap.
"Sebagai konsekuensinya, saham-saham tersebut akan dihapus dari atau tidak akan ditambahkan ke indeks ekuitas FTSE Russell terkait, efektif sejak pembukaan perdagangan pada Senin, 22 Juni 2026," tulis FTSE Russell dalam dokumen resminya, Rabu (17/6).
FTSE Russell menerangkan, saham-saham yang dicoret itu sebenarnya telah memenuhi ambang batas kapitalisasi pasar serta likuiditas sebagai syarat masuk indeks. Namun, ketiganya gagal melewati kriteria kelayakan tertentu yang ditetapkan dalam proses screening.
Khusus DSSA, alasan pencoretan dari segmen large cap GEIS adalah tingginya konsentrasi kepemilikan saham pada segelintir pihak, atau yang disebut high shareholder concentration (HSC). Kondisi ini menjadi penghambat kelayakan DSSA untuk bertahan di indeks.
Sementara HILL dan MLIA gagal lolos dalam tahap screening reviu indeks bulan Juni 2026. Keduanya resmi tersingkir dari kelompok micro cap GEIS.
Pada sesi perdagangan Rabu (17/6), harga saham HILL justru menguat 5,56% ke level Rp19 per lembar. Namun secara year to date (YtD), saham ini masih mencatat koreksi tajam 87,16% sejak awal tahun.
Berbeda dengan HILL, saham MLIA stagnan di posisi Rp238 di hari yang sama. Secara YtD, MLIA telah tergerus 30%.
FTSE Russell merupakan anak perusahaan London Stock Exchange Group (LSEG). Lembaga ini berperan sebagai penyedia indeks pasar modal global dan secara rutin melakukan reviu berkala terhadap konstituen indeksnya.
Dokumen terkait pencoretan ini diterbitkan FTSE Russell pada 15 Juni 2026. Penghapusan ketiga saham Indonesia tersebut dari GEIS dijadwalkan berlaku mulai pembukaan perdagangan 22 Juni 2026.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar