Transaksi Nego Saham DSSA Tembus Rp1,42 Triliun, Ini Indikasinya
Transaksi jumbo Rp1,42 triliun saham DSSA di pasar negosiasi diduga kuat bagian dari program pengalihan saham hasil buyback yang sudah berjalan sejak 10 Agustus 2026.

Periskop.id - PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mencatat transaksi jumbo di pasar negosiasi senilai sekitar Rp1,42 triliun pada perdagangan Rabu (19/8/2026). Transaksi ini terindikasi kuat menjadi bagian dari program pengalihan saham hasil pembelian kembali atau treasuri yang sudah berjalan sejak 10 Agustus 2026.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), transaksi terbesar tercatat di harga Rp980 per saham dengan volume sekitar 1,445 miliar saham senilai Rp1,416 triliun. Ada pula transaksi tambahan di harga Rp990, Rp995, dan Rp1.045 per saham dengan volume lebih kecil, sehingga totalnya mencapai 1.445.502.500 saham senilai sekitar Rp1,417 triliun.
Kode broker penjual dalam transaksi jumbo di harga Rp980 tersebut menjadi sorotan. Penjual menggunakan PT Sinarmas Sekuritas berkode DH, sementara pembeli menggunakan PT CGS International Sekuritas Indonesia berkode YU.
Kode broker penjual ini signifikan karena persis sama dengan anggota bursa yang secara resmi ditunjuk DSSA untuk melaksanakan pengalihan saham treasurinya. Penunjukan itu tertuang dalam surat tanggapan manajemen DSSA kepada BEI tertanggal 11 Agustus 2026.
Dalam surat tersebut, manajemen DSSA menyatakan telah menunjuk PT Sinarmas Sekuritas sebagai anggota bursa yang akan melaksanakan proses pengalihan saham hasil buyback, termasuk membantu proses penjualannya. Manajemen juga mengonfirmasi bahwa pengalihan akan dilakukan melalui mekanisme perdagangan di pasar reguler dan/atau pasar negosiasi, dengan pemilihan segmen disesuaikan kondisi pasar.
Sebelumnya, dalam Keterbukaan Informasi tertanggal 31 Juli 2026, DSSA mengumumkan rencana mengalihkan sebanyak-banyaknya 9.631.904.000 lembar saham hasil buyback. Jumlah itu setara 5% dari total saham yang diterbitkan dan dicatatkan di BEI, dengan pelaksanaan dimulai 10 Agustus 2026 sampai proses rampung.
Transaksi nego pada 19 Agustus bukan yang pertama sejak program pengalihan dimulai. Pada hari pertama pelaksanaan, Senin (10/8/2026), pasar negosiasi DSSA juga mencatat transaksi jumbo senilai sekitar Rp1,3 triliun dengan volume 13,3 juta lot atau setara 1,33 miliar saham di harga Rp975 per saham.
Broker Sinarmas kembali memfasilitasi penjualan saham dalam transaksi nego di tanggal tersebut. RHB Sekuritas dan Sinarmas sendiri tercatat sebagai pembeli pada transaksi 10 Agustus itu.
Jika digabungkan, dua transaksi nego pada 10 dan 19 Agustus mencakup sekitar 2,78 miliar saham. Jumlah tersebut setara sekitar 29% dari kuota maksimal 9,63 miliar saham yang ditargetkan perseroan untuk dialihkan.
Harga eksekusi di kedua transaksi itu, yakni Rp975 hingga Rp980 per saham, konsisten berada di bawah harga penutupan pasar reguler pada hari yang sama. Pada 19 Agustus misalnya, saham DSSA justru ditutup menguat 6,67% ke Rp1.040 di pasar reguler, sehingga transaksi nego di Rp980 mencerminkan diskon sekitar 5,8%.
Meski indikasinya kuat, manajemen DSSA hingga saat ini belum mengeluarkan pernyataan resmi yang secara eksplisit mengonfirmasi bahwa transaksi nego 19 Agustus maupun 10 Agustus merupakan bagian dari eksekusi program pengalihan saham treasuri. Perseroan sebelumnya menyatakan fokus mengarahkan pengalihan saham treasuri ke pemegang saham publik yang kepemilikannya memenuhi kriteria free float sesuai Peraturan BEI Nomor I-A.
Langkah tersebut selaras dengan upaya DSSA mendongkrak porsi saham beredar publik riil, menyusul tersingkirnya emiten ini dari indeks MSCI. DSSA juga dijadwalkan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 10 September 2026.
Salah satu agenda RUPSLB adalah persetujuan pengurangan modal perseroan melalui penarikan kembali sebagian saham hasil buyback. Mekanisme ini bisa jadi jalur kedua bagi DSSA untuk menghabiskan sisa saham treasuri yang tidak sempat terjual di pasar sebelum tenggat regulasi, sekaligus alternatif dari opsi penjualan yang masih berlangsung di pasar reguler maupun negosiasi.
Selain agenda pengurangan modal, RUPSLB juga akan membahas perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi perseroan. Manajemen DSSA dalam surat ke BEI turut mengungkapkan rencana aksi korporasi lain dalam beberapa bulan mendatang, yakni penawaran tender sukarela oleh PT Inti Mas Bangun Sejahtera, entitas anak DSSA, atas saham PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR).
Baca berita dan informasi lainnya mengenai PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan transaksi saham dengan mengeklik tautan.



Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.