Periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,12% ke level 6.343 pada perdagangan Kamis (6/8). Sebanyak 265 saham menguat, 337 saham terkoreksi, dan 192 saham lainnya stagnan.

Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) memimpin perdagangan berdasarkan nilai transaksi, mencapai Rp1,21 triliun. Posisi berikutnya ditempati PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dengan nilai Rp879,17 miliar dan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) sebesar Rp851,67 miliar.

Deretan saham teraktif lainnya diisi PT Bumi Resources Tbk (BUMI) senilai Rp771,13 miliar, PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) sebesar Rp757,06 miliar, dan PT Karya Pacific Energy Tbk (IATA) sebesar Rp579,88 miliar.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), total nilai transaksi saham hingga penutupan sore mencapai Rp18,18 triliun. Volume perdagangan tercatat sebanyak 54,90 miliar saham dengan frekuensi 2,67 juta kali transaksi.

Kapitalisasi pasar IHSG per sore ini tercatat sebesar Rp11.118 triliun.

Dari sebelas sektor yang ada di BEI, tujuh sektor terpantau berada di zona merah. Sektor teknologi mencatat penurunan paling dalam, yakni 0,60%.

Salah satu saham teknologi yang ikut melemah adalah PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), turun 0,76% ke posisi Rp1.965 per saham.

Bursa saham Asia bergerak beragam pada perdagangan hari ini. Indeks Nikkei terkoreksi 0,93% dan Hang Seng tergelincir 1,49%, sementara Shanghai Composite tumbuh 0,57% dan Straits Times naik 1,03%.

Dari jajaran top gainers, PT Tempo Intimedia Tbk (TMPO) melesat 25,20% ke Rp159 per saham. Disusul PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) yang naik 15,74% ke Rp250, dan DSSA sendiri ikut menguat 12,14% ke Rp970.

Sebaliknya, PT Bach Multi Global Tbk (BACH) menjadi top losers dengan penurunan 14,86% ke Rp630 per saham. PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) juga melemah 4,67% ke Rp510, sementara PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) turun 3,64% ke Rp530.

Pelemahan IHSG hari ini terjadi di tengah dominasi sektor merah, meski beberapa saham individu seperti DSSA justru mencatat kenaikan signifikan dan menjadi saham dengan nilai transaksi terbesar sepanjang perdagangan.