Periskop.id - PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mengakuisisi PT Bali Media Telekomunikasi senilai USD238,4 juta atau sekitar Rp4,2 triliun. Transaksi ini memberi perusahaan eksposur tidak langsung ke PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL).

Pembelian tersebut dilakukan melalui dua anak usaha DSSA, yakni PT DSST Mas Gemilang dan PT Sinarmas Sukses Sejahtera. Keduanya merebut 100% kepemilikan PT Bali Media Telekomunikasi dari PT Infinity Investama dan PT Prima Mas Abadi.

Transaksi ini diungkapkan dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (2/7).

Relevansi akuisisi ini terhadap industri telekomunikasi cukup signifikan. PT Bali Media Telekomunikasi tercatat sebagai pemegang sekitar 24,57% saham EXCL, sehingga DSSA kini memiliki jalur eksposur tidak langsung ke operator tersebut.

Manajemen DSSA menyebutkan, transaksi ini merupakan bagian dari strategi perseroan untuk memperkuat posisi di sektor digital sekaligus mengintegrasikan ekosistem infrastruktur dan teknologi yang dimiliki grup.

Perseroan juga menilai, kepemilikan pada perusahaan yang menguasai porsi signifikan saham EXCL akan mendukung pengembangan bisnis digital di tengah tumbuhnya kebutuhan terhadap layanan telekomunikasi dan infrastruktur digital di Indonesia.

Dari sisi regulasi, transaksi ini dikategorikan sebagai transaksi afiliasi. Penyebabnya, PT Bali Media Telekomunikasi dan DSSA berada di bawah kendali pihak yang sama, yakni Franky Oesman Widjaja.

Pengumuman akuisisi ini langsung direspons positif oleh pelaku pasar. Pada perdagangan Jumat (3/7), saham DSSA melonjak 6,21% ke level Rp855, berbalik arah setelah terkoreksi 1,83% pada sesi sebelumnya.

Secara mingguan, saham DSSA menguat 3,01%. Dalam sebulan terakhir, kenaikannya jauh lebih tajam, yakni mencapai 39,02%.