IHSG Menguat 1,81% ke 6.521,75, Cek Rekomendasi Sahamnya
IHSG naik 1,81% ke 6.521,75 pada Kamis (27/8), meski asing masih net sell. BEI juga rilis status IGREEN untuk emiten hijau, plus laba RANS dan CBUT melonjak.

Periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,81% ke level 6.521,75 pada perdagangan Kamis (27/8/2026). Penguatan ini terjadi di tengah beragam sentimen dari sejumlah emiten.
Saham SRAJ melesat 13,90%, disusul DSSA yang naik 6,54% dan BRMS yang bertambah 6,25%. Ketiga saham tersebut jadi penopang utama penguatan indeks hari itu.
Di sisi lain, tiga saham berkapitalisasi besar justru tertekan. BYAN melemah 2,12%, MSIN turun 1,84%, sementara AMRT terkoreksi tipis 0,36%.
Investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih di pasar reguler senilai Rp113,45 miliar. Jika dihitung dari seluruh pasar, nilai net sell asing mencapai Rp262,11 miliar.
Sejumlah saham big cap turut jadi sasaran lepasan asing, di antaranya BBRI, TLKM, BBNI, ISAT, ASII, dan BBCA. Keenam saham itu mencatatkan akumulasi net sell sekitar Rp539 miliar.
Meski begitu, seluruh 11 sektor di Bursa Efek Indonesia (BEI) kompak ditutup di zona hijau. Sektor Industrials mencatat kenaikan paling tinggi, yakni 3,95%.
Penguatan juga terjadi di bursa Amerika Serikat. Dow Jones naik 0,20% ke 53.569, S&P 500 bertambah 0,72% ke 7.730, dan Nasdaq melesat 1,57% ke 26.541. ETF EIDO dan indeks MSCI Indonesia sama-sama naik 1,12%.
BEI juga baru meluncurkan penanda IDX Green Equity Designation (IGREEN) pada 28 Agustus 2026. Penanda ini ditujukan bagi emiten yang bergerak di sektor ekonomi hijau atau tengah bertransisi menuju ekonomi rendah karbon.
Pada tahap awal, tiga emiten mendapat status tersebut. Hero Global Investment (HGII) dan Kencana Energi Lestari (KEEN) masuk kategori Green Equity, sementara TBS Energi Utama (TOBA) masuk kategori Green Equity Transition.
Penetapan status IGREEN mempertimbangkan kesesuaian bisnis perusahaan dengan taksonomi hijau. Emiten yang sudah menghasilkan pendapatan wajib mengalokasikan lebih dari 50% pendapatan tahunannya dari aktivitas hijau, sementara perusahaan yang masih pre-revenue harus mengalokasikan lebih dari 50% belanja modal atau belanja operasionalnya untuk aktivitas hijau maupun transisi.
Proses penilaian turut melibatkan pihak ketiga independen sebagai reviewer. Status designation ini nantinya akan dievaluasi ulang setiap tahun.
Dari sisi kinerja emiten, Rans Entertainment Indonesia (RANS) membukukan pendapatan Rp149 miliar pada semester I 2026, turun dari Rp171,60 miliar pada periode sama tahun sebelumnya. Penurunan ini utamanya berasal dari bisnis konten media sosial yang anjlok ke Rp42,31 miliar dari Rp52,35 miliar, serta segmen brand ambassador dan manajemen talenta yang turun ke Rp19,37 miliar dari Rp36,53 miliar.
Meski pendapatan menyusut, laba bersih RANS justru naik 10,99% secara tahunan menjadi Rp23,76 miliar dari Rp21,40 miliar. Kenaikan laba ini lebih disebabkan efisiensi dan penurunan beban, bukan pertumbuhan pendapatan operasional.
Secara teknikal, saham RANS ditutup di atas EMA 21 dengan volume perdagangan yang meningkat. Kondisi ini membuka ruang pergerakan saham menuju level Rp228.
Emiten lain, Citra Borneo Utama (CBUT), mencatat pendapatan Rp9,27 triliun pada semester I 2026, tumbuh 39,20% dibandingkan Rp6,66 triliun pada periode sama tahun lalu. Beban pokok penjualan turut naik 25,20% menjadi Rp7,24 triliun dari Rp5,78 triliun.
Karena kenaikan pendapatan lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan beban pokok, laba bersih CBUT melonjak 301,90% secara tahunan menjadi Rp169,66 miliar dari Rp42,40 miliar. Ekspansi pasar ekspor jadi salah satu faktor yang berpotensi memengaruhi kinerja CBUT sepanjang 2026.
Dari sisi teknikal, saham CBUT berpotensi bergerak menuju Rp1.080 usai menembus area resistance Rp890.
Untuk perdagangan hari ini, sejumlah saham masuk daftar rekomendasi. MAPA disarankan buy di rentang Rp690-Rp700 dengan target Rp710-Rp720 dan stop loss Rp655.
JPFA direkomendasikan buy di Rp2.190-Rp2.210 dengan target Rp2.240-Rp2.270 dan stop loss Rp2.100. ARTO disarankan buy di Rp985-Rp1.000 dengan target Rp1.020-Rp1.040 dan stop loss Rp940.
MTEL disarankan buy di Rp460-Rp464 dengan target Rp470-Rp476 dan stop loss Rp440, sementara ESSA direkomendasikan buy di Rp605-Rp615 dengan target Rp620-Rp630 dan stop loss Rp575.
Seluruh analisis dan rekomendasi saham di atas bersifat informatif, bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), strategi investasi, dan rekomendasi saham dengan mengeklik tautan.
Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.