Pasar Modal

BEI Luncurkan IDX Green Equity, HGII-KEEN-TOBA Jadi Perdana

BEI resmi memperkenalkan penetapan saham hijau perdana. Tiga emiten, HGII, KEEN, dan TOBA, jadi penerima pertama IDX Green Equity Designation.

1 jam yang lalu · 3 mnt baca
bei
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (19/5/2026). Periskop/Arief Rachman
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi meluncurkan IDX Green Equity Designation, penetapan saham berbasis hijau pertama di pasar modal Indonesia. Tiga emiten tercatat, PT Hero Global Investment Tbk (HGII), PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN), dan PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA), ditetapkan sebagai penerima perdana.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyebutkan, peluncuran ini menjadi tonggak penting bagi pengembangan pasar modal yang lebih transparan dan berorientasi keberlanjutan. Ia menilai inisiatif tersebut bakal memperkuat kredibilitas emiten di mata investor.

"Penetapan saham berbasis hijau merupakan milestone penting dalam pengembangan pasar modal Indonesia yang semakin transparan, kredibel, dan berorientasi pada keberlanjutan," ujar Jeffrey dalam seremoni peluncuran IDX Green Equity Designation, Jumat (28/8).

Lewat inisiatif ini, BEI bersama seluruh Self-Regulatory Organization (SRO) pasar modal berupaya memberi visibilitas lebih kuat bagi perusahaan yang berkontribusi pada ekonomi hijau dan transisi rendah karbon. Designation ini diharapkan jadi rujukan yang lebih kredibel bagi investor dalam mengidentifikasi perusahaan dengan kontribusi nyata terhadap ekonomi hijau.

Jeffrey menuturkan, kebutuhan investor terhadap informasi keberlanjutan terus berkembang. Menurutnya, investor kini tak lagi cukup puas dengan komitmen keberlanjutan semata, melainkan menuntut data yang terukur, transparan, dan kredibel soal kontribusi perusahaan terhadap ekonomi hijau.

Data BEI mencatat, hingga akhir Juli 2026 sebanyak 83% perusahaan tercatat telah menyampaikan laporan keberlanjutan untuk tahun 2025. Sekitar 15% di antaranya sudah memperoleh independent assurance, sementara 62,5% perusahaan dalam indeks terkait ESG telah memiliki target net zero.

"Perkembangan ini menunjukkan semakin kuatnya arah keberlanjutan di pasar modal, sekaligus pentingnya mekanisme yang membantu investor mengidentifikasi dan menilai komitmen perusahaan secara konseptual," kata Jeffrey.

IDX Green Equity Designation dikembangkan mengacu pada Taksonomi untuk Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) yang diterbitkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), taksonomi lain, serta praktik internasional termasuk Green Equity Principles dari World Federation of Exchanges. Kerangka ini berlaku efektif sejak 31 Juli 2026 berdasarkan keputusan direksi BEI.

Penilaian didukung lima pilar utama, mencakup Revenue and Investment, Taxonomy, Governance Assessment, dan Disclosure, ditambah satu unsur lain dalam proses penilaian. Kelima pilar ini dirancang agar penetapan saham hijau tak sekadar label, melainkan didukung indikator terukur lewat keterbukaan informasi, asesmen berkala, dan external review.

Status IDX Green Equity Designation bakal dievaluasi tiap tahun agar tetap mencerminkan perkembangan aktivitas perusahaan. Dalam peluncuran perdana ini, dua perusahaan memperoleh kategori Green Equity, sedangkan satu perusahaan lainnya masuk kategori Green Equity Transition atau saham hijau transisi.

Ketiga perusahaan tersebut sebelumnya sudah ikut proses piloting IDX Green Equity Designation. Jeffrey menilai keterlibatan mereka penting untuk memastikan kerangka ini bisa diterapkan secara efektif dalam kondisi bisnis yang nyata.

BEI berharap penetapan saham hijau bisa mendongkrak visibilitas perusahaan tercatat sekaligus membuka akses pendanaan yang lebih luas. Bagi investor, designation ini diharapkan jadi rujukan yang lebih kredibel dalam menilai perusahaan dari sisi keberlanjutan, dan dalam jangka panjang dinilai bisa membuka peluang pengembangan indeks maupun produk investasi berbasis keberlanjutan.

"Green Equity Designation adalah awal, bukan akhir," ujar Jeffrey.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Jeffrey Hendrik, Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Inovasi dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.