Periskop.id - PT Bank Tabungan Negara (BTN) dan PT Bank SMBC Indonesia Tbk resmi merampungkan pengalihan portofolio kredit pensiun dari SMBC Indonesia kepada BTN. Dengan rampungnya transaksi ini, BTN kini secara penuh mengelola layanan pinjaman pensiun yang sebelumnya berada di bawah SMBC Indonesia.

Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu menyebut pengalihan ini bagian dari strategi transformasi Beyond Mortgageyang tengah dijalankan perseroan. Strategi tersebut dirancang untuk memperluas layanan BTN kepada nasabah di setiap fase kehidupan, melampaui sekadar pembiayaan perumahan.

"BTN secara resmi mengelola layanan pinjaman pensiun dan manfaat pensiun yang sebelumnya dikelola oleh SMBC Indonesia. Langkah ini bukan berarti BTN meninggalkan bisnis perumahan. Justru kami ingin memperkuat perjalanan layanan kepada masyarakat, mulai dari membantu memiliki rumah, memenuhi kebutuhan finansial sepanjang masa produktif, hingga memasuki masa pensiun dengan tetap nyaman dan sejahtera," ujar Nixon dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (30/6).

Nixon menegaskan, akuisisi portofolio ini memperkuat posisi BTN sebagai bank dengan ekosistem layanan yang lebih menyeluruh. Pembiayaan perumahan tetap menjadi bisnis inti, namun kini dilengkapi layanan yang memastikan hubungan dengan nasabah dapat berlanjut hingga masa pensiun.

Nixon juga mengapresiasi kolaborasi yang telah terjalin antara BTN dan SMBC Indonesia sejak 2025 hingga selesainya transaksi. Ia memastikan seluruh proses pascatransaksi akan dijalankan dengan prinsip kehati-hatian dan kepatuhan penuh.

Dari sisi SMBC Indonesia, Direktur Utama Henoch Munandar menyatakan transaksi ini mencerminkan komitmen perseroan untuk mengutamakan kepentingan nasabah dalam setiap keputusan strategis.

"Kami meyakini BTN memiliki kapabilitas dan jaringan yang kuat untuk memberikan layanan kepada nasabah pensiun," ujar Henoch.

Pengalihan portofolio ini sekaligus membuka ruang bagi SMBC Indonesia untuk memusatkan sumber daya pada pengembangan segmen emerging affluent, affluent, usaha kecil dan menengah (UKM), serta korporasi.

Sebagai bentuk transparansi kepada nasabah terdampak, BTN akan mengirimkan welcome letter beserta panduan pengalihan pengelolaan fasilitas kredit. Sementara itu, pembayaran manfaat pensiun masih tetap dikelola SMBC Indonesia sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.

Nasabah diimbau untuk tetap menjalani proses autentikasi berkala agar pembayaran manfaat pensiun berjalan lancar. Untuk pertanyaan seputar transisi, nasabah bisa menghubungi Contact Center SMBCI Care di 1500 365 atau mendatangi kantor cabang SMBC Indonesia terdekat.

"Prioritas kami adalah memastikan kenyamanan nasabah tetap terjaga. Seluruh hak nasabah, termasuk manfaat asuransi jiwa kredit yang melekat pada pinjaman, tetap sama dan tidak mengalami perubahan. Kami juga siap mendampingi seluruh nasabah selama proses transisi agar tetap mendapatkan layanan terbaik dari BTN," pungkas Nixon.