Periskop.id - PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersama PT Bank Tabungan Negara (BTN) mulai mempercepat pengembangan hunian vertikal berbasis Transit Oriented Development (TOD) di empat kota besar Indonesia. Proyek ini disiapkan sebagai solusi tingginya biaya tempat tinggal dan transportasi masyarakat urban, khususnya pekerja yang selama ini harus tinggal jauh dari pusat kota.
Sebanyak 5.400 unit apartemen dan hunian vertikal akan dibangun di kawasan strategis dekat stasiun kereta di Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya. Kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta, menjadi proyek tahap pertama sekaligus lokasi dengan kapasitas terbesar.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Bobby Rasyidin mengatakan, pengembangan tersebut memanfaatkan aset milik KAI di sekitar simpul transportasi untuk menghadirkan hunian terjangkau yang terintegrasi dengan angkutan publik.
“Kami menggabungkan tiga hal. Satu adalah perumahan vertikal yang harganya terjangkau, yang merupakan bagian dari program penting dari pemerintah Bapak Presiden Prabowo Subianto. Yang kedua adalah kita merealisasikan konsep TOD,” ujar Bobby dalam penandatanganan nota kesepahaman antara KAI dan BTN di Jakarta, Jumat (22/5).
Secara rinci, proyek TOD itu akan dibangun di kawasan Stasiun Manggarai Jakarta sebanyak sekitar 2.200 unit dan Stasiun Kiaracondong Bandung sekitar 753 unit. Kemudian, kawasan Dr. Kariadi/Gergaji Semarang sebanyak 1.042 unit, serta kawasan Stasiun Gubeng Surabaya sekitar 1.489 unit.
Untuk tahap awal di Manggarai, pembangunan akan dimulai di atas lahan seluas sekitar 2,2 hektare dengan tiga towerpertama yang ditargetkan mulai dibangun pada Juli hingga Agustus 2026. “Untuk tahap pertama ini kita akan mulai bangun di Juli–Agustus dan ditargetkan dalam 13 bulan sudah bisa dilakukan serah terima,” kata Bobby.
Kawasan TOD Manggarai dinilai menjadi salah satu titik paling strategis karena berada di pusat integrasi transportasi terbesar di Jabodetabek. Lokasi ini terhubung langsung dengan KRL Commuter Line, Kereta Bandara, LRT, Transjakarta, hingga akses menuju MRT Jakarta serta kawasan bisnis Sudirman, Thamrin, dan Kuningan.
Data KAI menunjukkan, Stasiun Manggarai saat ini melayani sekitar 300 ribu penumpang per hari dari total pengguna KRL Jabodetabek yang mencapai 1,3 juta orang setiap harinya. Menurut Bobby, proyek hunian berbasis TOD di sekitar stasiun diharapkan dapat mengurangi beban biaya transportasi masyarakat pekerja yang selama ini tinggal di kota penyangga seperti Bekasi, Bogor, atau Tangerang.
Pembiayaan Konstruksi
Direktur Utama Bank Tabungan Negara Nixon L.P. Napitupulu mengatakan, konsep hunian terintegrasi transportasi kini menjadi kebutuhan utama di kota besar yang menghadapi keterbatasan lahan dan lonjakan urbanisasi.
“Biaya transportasi bisa mencapai 20 hingga 25% dari penghasilan bulanan. Ini yang ingin kita jawab melalui hunian yang lebih dekat dengan tempat kerja,” ujar Nixon.
Dalam kerja sama tersebut, BTN tidak hanya menyediakan pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bagi masyarakat, tetapi juga mendukung pembiayaan konstruksi dan pengelolaan demand pipeline untuk proyek-proyek TOD berikutnya.
Konsep TOD sendiri mulai menjadi fokus pengembangan perkotaan di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah menilai pembangunan kawasan hunian terintegrasi transportasi publik mampu menekan kemacetan, mengurangi emisi kendaraan pribadi, sekaligus meningkatkan efisiensi mobilitas masyarakat urban.
Sebelumnya, sejumlah proyek TOD juga telah dikembangkan di kawasan Dukuh Atas, Lebak Bulus, hingga sekitar jalur MRT dan LRT Jakarta. Namun proyek kolaborasi KAI dan BTN kali ini menjadi salah satu pengembangan TOD terbesar yang langsung memanfaatkan kawasan stasiun kereta aktif di beberapa kota besar sekaligus.
Pemerintah berharap pengembangan hunian vertikal berbasis transportasi publik dapat menjadi salah satu solusi jangka Panjang, untuk mengatasi backlog perumahan nasional yang menurut data Kementerian PUPR masih mencapai jutaan unit rumah.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar