Periskop.id - PT Bank Tabungan Negara Tbk. (BBTN) menjajaki opsi buyback saham sebagai bagian dari upaya meningkatkan nilai bagi pemegang saham. Langkah ini dipertimbangkan seiring dorongan Danantara dan kondisi harga saham perseroan yang dinilai belum mencerminkan fundamental perusahaan.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menerangkan, opsi buyback yang dikaji akan diarahkan untuk mendukung program kepemilikan saham karyawan. Pertimbangan tersebut juga muncul karena porsi saham publik BBTN saat ini sudah berada di batas ketentuan minimum.
"Saat ini harga saham BBTN sudah cukup undervalued, sehingga kemungkinan yang bisa kami kaji adalah pembelian saham untuk kebutuhan program karyawan seperti bonus atau stock option," kata Nixon dalam keterangan tertulisnya, Selasa (23/6).
Meski demikian, Nixon mengungkapkan rencana buyback tersebut belum tercantum dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) yang berlaku. Perseroan berencana mengkajinya terlebih dahulu sebelum memasukkannya ke dalam revisi RBB.
"Saat ini belum masuk dalam RBB, tetapi akan kami coba kaji untuk dimasukkan dalam revisi RBB," ujarnya.
Wacana buyback saham BBTN ini sejalan dengan pandangan yang sebelumnya disampaikan Danantara Indonesia. Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria menilai, buyback merupakan aksi korporasi yang wajar, terutama ketika harga saham suatu perusahaan belum mencerminkan kondisi fundamentalnya yang sesungguhnya.
Dony menyebutkan, sejumlah perusahaan BUMN memiliki fundamental bisnis yang solid. Ia merinci sektor-sektor yang dimaksud meliputi perbankan, pertambangan, infrastruktur, hingga pengembangan usaha lainnya.
Perusahaan-perusahaan dengan fondasi bisnis yang kuat itu, menurut Dony, memiliki potensi untuk terus menciptakan nilai bagi para pemegang saham. Karena itu, ia mendorong agar modal yang ada diprioritaskan untuk diinvestasikan kembali ke dalam perusahaan sendiri.
"Daripada investasi di tempat lain, lebih baik kita investasi pada saham perusahaan sendiri apabila memang fundamentalnya kuat," pungkas Dony.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar