Perdagangan

BPS: Harga Beras Naik di Semua Tingkat Perdagangan Agustus 2026

BPS mencatat harga beras kompak naik di tingkat penggilingan, grosir, dan eceran sepanjang Agustus 2026, dengan beras premium mencatat kenaikan tahunan tertinggi.

15 jam yang lalu · 2 mnt baca
Bisa-Bisanya! Beras Melimpah tapi Harga Selangit, Kok Bisa?
Ilustrasi beras. Foto/Ilustrasi: Envato/chormail.
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga beras naik di seluruh tingkat perdagangan sepanjang Agustus 2026. Kenaikan terjadi mulai dari tingkat penggilingan, grosir, hingga eceran.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyampaikan, rata-rata harga beras di tingkat penggilingan tercatat Rp14.213 per kilogram pada Agustus 2026. Angka itu lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya.

"Rata-rata harga beras di tingkat penggilingan, grosir, dan juga di tingkat eceran naik," ujar Ateng dalam konferensi pers BPS, Senin (1/9).

Harga beras di tingkat grosir tercatat Rp14.901 per kg, sementara di tingkat eceran mencapai Rp15.641 per kg. Ketiga tingkat perdagangan tersebut sama-sama mengalami kenaikan dibandingkan periode sebelumnya.

Ateng memaparkan, harga beras di tingkat penggilingan naik 1,32% secara bulanan (month-to-month) pada Agustus 2026. Jika dibandingkan Agustus 2025, kenaikannya mencapai 5,52% secara tahunan (year-on-year).

Kenaikan harga beras juga terlihat berbeda berdasarkan kualitasnya. Beras premium di tingkat penggilingan naik 1,22% secara bulanan dan 10,07% secara tahunan.

Sementara itu, harga beras medium di tingkat penggilingan tercatat naik 1,48% secara bulanan dan 4,03% secara tahunan. Selisih kenaikan tahunan antara beras premium dan medium ini cukup lebar.

"Jadi secara year on year untuk beras premium kenaikannya lebih tinggi dibandingkan dengan beras medium," kata Ateng.

Di tingkat grosir, BPS mencatat inflasi harga beras sebesar 0,80% secara bulanan pada Agustus 2026. Secara tahunan, kenaikan harga beras di tingkat grosir tercatat 4,28%.

Adapun di tingkat eceran, harga beras mengalami inflasi 0,42% secara bulanan dan 2,77% secara tahunan. Kenaikan di tingkat eceran ini menjadi yang paling rendah dibandingkan dua tingkat perdagangan lainnya.

Data ini menunjukkan tren kenaikan harga beras merata di seluruh rantai distribusi, dari produsen hingga konsumen akhir, dengan beras premium mencatat lonjakan tahunan paling signifikan.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Ateng Hartono, Badan Pusat Statistik (BPS), dan harga beras dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.