BNPB Catat 53 Korban Jiwa Gempa NTT, 2.403 Rumah Rusak
BNPB mencatat 53 orang meninggal dan 2.403 rumah rusak akibat gempa M7,7 di NTT, sementara ribuan warga masih mengungsi.

Periskop.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban meninggal dunia akibat gempa M7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah menjadi 53 orang. Sebanyak 2.403 rumah turut rusak akibat guncangan yang terjadi hingga Minggu (16/8).
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyebutkan, angka korban jiwa tersebar di sejumlah kabupaten terdampak. Ia memaparkan, proses pendataan korban dan kerusakan masih terus berjalan oleh petugas gabungan di lapangan.
"Sebaran korban tersebut teridentifikasi di Kabupaten Manggarai 25 orang, Manggarai Timur 20 orang, Sikka 4 orang, Manggarai Barat 1 orang, Nagekeo 1 orang dan Ende 2 orang," kata Berton dalam keterangan resmi BNPB, Minggu (16/8).
Selain korban meninggal, petugas gabungan turut mengevakuasi dan menangani 137 orang korban luka. Mereka kini menjalani perawatan di fasilitas kesehatan terdekat maupun fasilitas kesehatan darurat yang didirikan di lokasi bencana.
BNPB mencatat 1.543 rumah mengalami rusak berat, 328 rumah rusak sedang, dan 532 rumah rusak ringan akibat gempa tersebut. Total kerusakan rumah mencapai 2.403 unit yang tersebar di wilayah terdampak.
Kerusakan turut menerjang fasilitas umum, mencakup 87 fasilitas pendidikan, 50 tempat ibadah, dan 76 kantor pemerintahan. Sejumlah fasilitas umum lainnya juga dilaporkan rusak akibat guncangan gempa.
Proses pendataan warga yang mengungsi masih berlangsung. BNPB mencatat 5.488 orang mengungsi secara terpusat, sementara 171 warga lainnya memilih mengungsi secara mandiri.
Aktivitas gempa susulan pun masih terus terjadi pascagempa utama. BNPB mencatat 995 kali gempa susulan, dengan 46 di antaranya dirasakan langsung oleh masyarakat.
Kepala BNPB bersama jajaran pemerintah telah berada di lokasi terdampak untuk mempercepat penanganan darurat. Fokus utama saat ini diarahkan pada pencarian dan pertolongan korban, sekaligus pemenuhan kebutuhan dasar warga yang mengungsi.
Bantuan logistik disalurkan melalui jalur darat dan udara. Paket bantuan dari pemerintah pusat yang dikirim lewat Posko Logistik Nasional di Bandara Halim Perdanakusuma telah tiba di Maumere dan Labuan Bajo pada Minggu (16/8).
Total bantuan yang telah disalurkan mencapai 4.925 paket. Rinciannya, Kabupaten Manggarai menerima 1.000 paket, Sikka 1.000 paket, Ende 725 paket, sementara Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, dan Nagekeo masing-masing menerima 550 paket.
BNPB juga mengaktifkan Pos Pendampingan Nasional (Pospenas) yang berpusat di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, guna mengoordinasikan penanganan darurat gempa M7,7 di NTT. Posko taktis turut disiapkan di Maumere untuk memperkuat koordinasi penanganan di wilayah terdampak.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Gempa NTT dengan mengeklik tautan.







Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.