Danantara Pastikan Kebut Proyek LRT City, Rp456 Miliar untuk 2.400 Konsumen
Danantara menyiapkan Rp456 miliar untuk mempercepat penyelesaian LRT City. Skema pendanaan Adhi Karya ditargetkan diputuskan bulan ini

Periskop.id - Danantara Indonesia mempercepat penyelesaian persoalan proyek hunian LRT City yang berdampak terhadap sekitar 2.400 konsumen. Dana sebesar Rp456 miliar telah disiapkan, sementara skema pemberian dukungan kepada PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) ditargetkan rampung pada September 2026.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria mengatakan, pihaknya sedang menyusun rencana kerja bersama Adhi Karya. Salah satu hal yang masih dibahas adalah bentuk pendanaan, apakah melalui penambahan modal atau shareholder loan.
"Saya sedang menyiapkan rencana kerja mereka karena mereka kan itu Tbk ya. Jadi setiap pemasukan harus ada keputusan RUPS mereka. Apakah bentuknya nanti equity, otomatis pemegang sahamnya terdilusi atau kita bentuknya shareholder loan. Ya, ini sedang kita lihat. Tapi itu akan segera dibereskan dalam bulan ini," kata Dony saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (31/8/2026).
Pembahasan itu menjadi perkembangan terbaru setelah Danantara sebelumnya menyatakan menyiapkan Rp456 miliar untuk membantu penyelesaian proyek LRT City yang dikembangkan PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP), anak usaha Adhi Karya.
Pada 27 Agustus, Dony menyebut dana tersebut disiapkan untuk menyelesaikan persoalan lebih dari 2.000 konsumen yang sudah melakukan pembayaran tetapi belum memperoleh hak atas hunian mereka.
Relokasi Unit Jadi Salah Satu Opsi
Danantara dan Adhi Karya kini akan menelaah proyek serta kondisi masing-masing konsumen sebelum menetapkan skema penyelesaian. Opsi yang paling cepat akan diprioritaskan, termasuk kemungkinan memindahkan konsumen ke unit lain yang telah tersedia atau lebih siap.
"Ini mereka (Adhi Karya) sedang paparan, baru paparan pertama sama saya. Jadi kita akan pilih mana yang paling cepat. Tentu nanti akan ada, apakah pemindahan unit dan lain sebagainya. Kita akan ketemu dengan Adhi Karya lebih detail lagi minggu ini," jelasnya.
Relokasi sebenarnya bukan opsi baru. Analisis Pusat Analisis Keparlemenan DPR mencatat ADCP sebelumnya menawarkan penyelesaian berupa relokasi hingga pinjam pakai unit yang sudah tersedia. Perusahaan juga menjajaki investor dan kontraktor strategis untuk membantu penyelesaian proyek.
Dony menegaskan dukungan Danantara akan segera diproses setelah pembahasan teknis dengan Adhi Karya selesai. "Setelah minggu ini kita akan langsung masukkan ke dalam proses bantuan kepada Adhi Karya untuk penyelesaian proyek ini. Pada intinya, kita ingin bahwa ini tidak boleh terjadi. Jadi itu yang penting," tuturnya.
Persoalan LRT City telah mendapat perhatian pemerintah dan DPR setelah ribuan konsumen mengeluhkan keterlambatan pembangunan dan serah terima unit.
Data yang disampaikan Adhi Karya pada akhir Juli 2026 menunjukkan ADCP memiliki 13 proyek LRT City. Dari 9.839 unit hunian yang tercatat, sebanyak 5.392 unit telah terjual dan 2.575 unit sudah diserahterimakan. Enam dari 13 proyek tersebut disebut telah selesai dan beroperasi, sedangkan sisanya masih dalam tahap pembangunan.
ADCP Akui Tertekan Masalah Likuiditas
Keterlambatan sejumlah proyek tersebut tidak terlepas dari persoalan finansial yang dihadapi ADCP. Pada Juli lalu, perusahaan mengakui tekanan likuiditas dan proses restrukturisasi membuat beberapa proyek tidak dapat diselesaikan secara bersamaan.
"Kondisi yang tengah dihadapi Perseroan saat ini, dipengaruhi oleh tekanan likuiditas, pelaksanaan proses restrukturisasi perusahaan, serta berbagai langkah strategis dalam rangka menjaga keberlangsungan usaha," kata Direktur Operasi ADCP Farid Budiyanto.
Adhi Karya juga telah menyampaikan permintaan maaf kepada konsumen. Dalam penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), perusahaan menyatakan tekanan likuiditas ADCP berdampak terhadap proses penyelesaian dan serah terima sejumlah proyek.
"ADCP menyampaikan permohonan maaf kepada para konsumen atas keterlambatan penyelesaian kewajiban serah terima unit. Saat ini, ADCP menghadapi tantangan likuiditas yang berdampak pada penyelesaian proyek," ungkap Direktur Portofolio Bisnis & Risiko sekaligus Corporate Secretary ADHI Rozi Sparta.
ADCP merupakan perusahaan pengembang berbasis Transit Oriented Development (TOD). Melalui merek LRT City, perusahaan mengembangkan kawasan campuran dan hunian yang terkoneksi langsung dengan stasiun LRT. ADCP juga memiliki proyek yang terhubung dengan moda lain melalui lini Member of LRT City dan Adhi City.
Danantara Sudah Panggil Adhi Karya
Upaya penyelesaian telah berjalan sejak awal Agustus. Dony memanggil jajaran direksi Adhi Karya pada 11 Agustus 2026 untuk meminta penjelasan terkait perkembangan proyek serta keluhan konsumen.
"Semua keluhan masyarakat perlu segera ditindaklanjuti. Komunikasi dengan penghuni juga perlu diperkuat, agar persoalan yang ada bisa segera diselesaikan," ujar Dony.
Dalam pertemuan itu, Danantara dan Badan Pengaturan BUMN menegaskan pembangunan tidak cukup hanya diselesaikan secara fisik. Pengembang juga harus memastikan konsumen memperoleh kepastian, keamanan, dan kenyamanan.
Persoalan tersebut turut mendapat perhatian Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait. Pemerintah sebelumnya meminta konsumen menyiapkan kronologi, dokumen perjanjian, serta usulan penyelesaian, sedangkan manajemen ADCP diminta menyusun kronologi proyek dan opsi solusi. Maruarar juga mengusulkan audit investigasi terhadap proyek LRT City kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Dengan dukungan Rp456 miliar yang telah disiapkan, fokus berikutnya berada pada keputusan mengenai skema pendanaan, prioritas proyek, serta mekanisme penyelesaian bagi konsumen. Danantara menargetkan rencana tersebut dapat dituntaskan bulan ini sehingga pemenuhan hak konsumen LRT City dapat segera berjalan.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai dony oskaria, Danantara Indonesia, Lintas Raya Terpadu (LRT), dan Transit Oriented Development (TOD) dengan mengeklik tautan.


Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.