iklan periskop
Saham

IHSG Jumat 31 Oktober 2025 Dibuka Perkasa, Diperkirakan Tembus 8.250

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,29% ke level 8.206,73 pada perdagangan Jumat (31/10). IHSG berpotensi menguji level 8.250, namun rawan pullback jangka pendek ka...

9 bulan yang lalu · 2 mnt baca
Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Harga Saham Gorengan (IHSG), Saham
Investor memantau pergerakan saham di layar komputer. Foto: Envato
Ukuran teks
Sedang

periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka perkasa pada perdagangan Jumat (31/10). IHSG naik 0,29% atau menguat 22,67 poin ke level 8.206,73. Sebanyak 275 saham naik, 152 turun, dan 202 tidak bergerak

 

Secara teknikal, Tim Riset Phintraco Sekuritas mencermati histogram negatif MACD sedikit menyempit dan Stochastic RSI membentuk Golden Cross di area pivot. IHSG berpotensi menguji level 8250, namun rentan pullback jangka pendek karena profit taking menjelang akhir pekan dan menguji MA20 di 8153. 

 

“IHSG diperkirakan bergerak sideways pada kisaran 8.150-8.250 di perdagangan Jumat,” tulis riset tersebut, Jumat (30/10). Adapun saham-saham pilihan yang menarik dicermati pada perdagangan hri ini antara lain, PGAS, ITMG, INCO, TOWR, SCMA dan EMTK.

 

Sebelumnya, IHSG ditutup naik 0,22% di level 8184.06 pada Kamis (30/10). Saham sektor teknologi, energi dan keuangan membukukan penguatan terbesar. Namun rupiah melemah terhadap dollar AS di kisaran Rp16,636 per USD, seiring dengan pelemahan mata uang negara Asia lainnya terhadap dollar AS.

 

Indeks di bursa Asia ditutup beragam di mana indeks Kospi mencapai rekor tertinggi sedangkan indeks di bursa Tiongkok dan Hong Kong melemah (30/10). Seperti yang diperkirakan, Bank of Japan mempertahankan suku bunga acuannya tetap di level 0.5% (30/10), mempertahankan suku bunga pinjaman pada level tertinggi sejak 2008.

 

Presiden Trump akhirnya melakukan pertemuan dengan Presiden Xi di Busan, Korea Selatan pada Kamis pagi (30/10). Hasil dari pertemuan tersebut diantaranya AS akan mengurangi tarif impor yang terkait dengan perdagangan obat fentanil menjadi 10% dari sebelumnya 20% sehingga total tarif impor yang dikenakan pada Tiongkok akan diturunkan menjadi 47% dari 57%.

 

AS juga akan menunda penerapan perluasan pembatasan pada perusahaan Tiongkok yang masuk daftar hitam. Sedangkan Tiongkok akan menunda pembatasan ekspor mineral tanah jarang selama setahun. Selanjutnya Presiden Trump berencana berkunjung ke Tiongkok pada April, diikuti oleh kunjungan Presiden Xi ke AS.


 

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), IHSG, dan pasar modal dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.