Periskop.id - Timnas Australia berhasil menjaga peluang mereka tetap hidup di Piala Dunia 2026. Skuad asuhan Tony Popovic resmi melaju ke babak 32 besar setelah bermain imbang tanpa gol melawan Paraguay pada laga pamungkas Grup D.

Tambahan satu poin membuat Australia mengakhiri fase grup dengan empat poin. Jumlah tersebut cukup untuk mengamankan posisi kedua, berada dua angka di belakang Amerika Serikat yang keluar sebagai juara Grup D.

Bagi Australia, hasil ini terasa penting karena mereka tidak perlu menunggu perhitungan peringkat ketiga terbaik. Dengan finis sebagai runner-up, Socceroos langsung mendapatkan tiket otomatis ke fase gugur.

Situasi berbeda dialami Paraguay. La Albirroja juga mengoleksi empat poin, tetapi harus puas berada di posisi ketiga karena kalah dalam perhitungan klasemen grup. Mereka masih memiliki peluang melaju, namun nasibnya bergantung pada hasil pertandingan dari grup lain.

Format Piala Dunia 2026 memang memberi ruang lebih besar bagi tim peringkat ketiga. Dalam edisi pertama yang diikuti 48 negara, dua tim teratas dari masing-masing grup lolos otomatis ke babak 32 besar, sementara delapan peringkat ketiga terbaik juga berhak melanjutkan perjalanan.

Dengan format tersebut, hasil imbang 0-0 di Santa Clara menjadi cukup menguntungkan bagi Australia, tetapi belum sepenuhnya aman bagi Paraguay.

Sejak awal pertandingan, Australia terlihat lebih berani mengambil inisiatif. Peluang pertama datang cepat pada menit keempat melalui Jackson Irvine. Ia melepaskan tembakan kaki kanan yang cukup keras, tetapi kiper Paraguay, Orlando Gill, masih mampu menggagalkan upaya tersebut.

Setelah peluang Irvine, Australia kembali mengancam lewat Jordan Bos pada menit ke-35. Pemain Feyenoord itu mencoba peruntungan dari luar kotak penalti dengan kaki kirinya. Namun, bola masih mengarah mudah ke pelukan Gill.

Paraguay yang membutuhkan hasil bagus untuk menjaga peluang lolos mencoba bertahan lebih rapat. Mereka tidak banyak memberi ruang kepada lini serang Australia, terutama ketika Socceroos mencoba membangun serangan dari sisi sayap.

Menjelang turun minum, Australia kembali mendapat kesempatan melalui Cristian Volpato. Pada menit ke-45+1, Volpato melepas sepakan kaki kiri, tetapi penyelesaiannya belum cukup tajam untuk menaklukkan Gill. Babak pertama pun berakhir tanpa gol.

Kedua Tim Main Hati-Hati

Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan tidak langsung meningkat. Kedua tim sama-sama berhati-hati karena satu kesalahan bisa mengubah nasib mereka di klasemen Grup D.

Paraguay baru benar-benar memberi ancaman pada fase akhir pertandingan. Pada menit ke-81, Julio Enciso mencoba melepaskan tembakan ke arah gawang Australia. Namun, upayanya terlalu lemah dan tidak menemui sasaran.

Semenit kemudian, Australia membalas melalui aksi Jordan Bos. Ia melakukan tusukan ke kotak penalti Paraguay, tetapi gangguan dari pemain lawan membuat penyelesaian akhirnya tidak maksimal.

Bos menjadi pemain Australia yang paling aktif menciptakan ancaman pada laga ini. Pada menit ke-89, ia kembali mencoba membobol gawang Paraguay lewat tembakan melengkung. Sayangnya, bola masih belum mengarah tepat ke gawang.

Paraguay mendapatkan peluang terbaik pada masa tambahan waktu. Pada menit ke-90+2, Mauricio berada di area tengah kotak penalti Australia dan memiliki ruang untuk menembak. Namun, eksekusi kaki kirinya terlalu lemah sehingga mudah diamankan kiper Australia, Patrick Beach.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 0-0 tidak berubah. Australia pun merayakan kelolosan ke babak 32 besar, sedangkan Paraguay harus menunggu hasil pertandingan dari grup lain untuk mengetahui nasib mereka.

Hasil ini juga melengkapi peta Grup D. Amerika Serikat tetap menjadi juara grup dengan enam poin meski kalah 2-3 dari Turki pada pertandingan lain. Australia menyusul sebagai runner-up dengan empat poin, Paraguay finis ketiga dengan empat poin, sedangkan Turki menutup fase grup di posisi terbawah dengan tiga poin.

Lolosnya Australia menjadi bukti, efisiensi bisa lebih penting daripada sekadar tampil dominan. Socceroos memang gagal mencetak gol, tetapi mereka cukup disiplin menjaga struktur permainan dan tidak membiarkan Paraguay mencuri kemenangan di menit-menit akhir.

Bagi Paraguay, hasil ini menjadi situasi yang serba tanggung. Mereka tidak kalah, tetapi juga tidak menang. Dalam format lama, posisi ketiga biasanya berarti tersingkir. Namun, pada Piala Dunia 2026, peluang itu masih tetap terbuka karena adanya jalur peringkat ketiga terbaik.

Situasi serupa juga terjadi di grup lain. Pantai Gading, misalnya, memastikan kelolosan ke babak 32 besar setelah mengalahkan Curacao 2-0 dan finis sebagai runner-up Grup E. Nicolas Pepe menjadi bintang kemenangan dengan dua gol dan menilai keberhasilan itu sebagai hasil kerja kolektif.

"Semua itu berkat tim. Ini memang pencapaian individu, tetapi juga merupakan keberhasilan seluruh tim," kata Pepe.

Australia kini tinggal menunggu lawan di babak 32 besar. Namun, satu hal sudah pasti, hasil imbang tanpa gol melawan Paraguay cukup untuk menjaga perjalanan Socceroos tetap berlanjut di turnamen terbesar sepak bola dunia tersebut.

Susunan Pemain

Paraguay: Orlando Gill, Juan Caceres, Gustavo Velazquez, Gustavo Gomez, Omar Alderete, Alexandro Maidana, Diego Gomez, Andres Cubas, Matias Galarza, Julio Enciso, Gabriel Alvalos.

Pelatih: Gustavo Alfaro.

Australia: Patrick Beach, Alessandro Circati, Harry Souttar, Lucas Herrington, Aziz Behich, Aiden O'Neill, Jackson Irvine, Jordan Bos, Connor Metcalfe, Cristian Volpato, Nestory Irankunda.

Pelatih: Tony Popovic.