Periskop.id - Timnas Amerika Serikat memastikan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Australia 2-0 pada laga kedua Grup D di Stadion Lumen, Seattle, Jumat waktu setempat. Kemenangan ini membuat tuan rumah semakin kukuh di puncak klasemen sementara dengan enam poin dari dua pertandingan.
Dua gol Amerika Serikat lahir pada babak pertama. Gol pembuka terjadi pada menit ke-11 setelah bek Australia Cameron Burgess melakukan gol bunuh diri. Menjelang turun minum, Alex Freeman menggandakan keunggulan lewat sundulan pada menit ke-45.
Hasil ini memperpanjang awal sempurna Amerika Serikat di fase grup. Sebelumnya, skuad asuhan Mauricio Pochettino sudah lebih dulu menaklukkan Paraguay dengan skor 4-1. Dengan dua kemenangan beruntun, Amerika Serikat tidak hanya memimpin Grup D, tetapi juga mengamankan satu tempat di fase gugur.
Pochettino mengaku puas dengan performa anak asuhnya. Menurut pelatih asal Argentina itu, Amerika Serikat tampil dominan, terutama pada babak pertama ketika dua gol kemenangan tercipta.
"Saya pikir ini adalah pertandingan hebat, babak pertama yang sangat bagus. Saya pikir kami mendominasi pertandingan," ungkap Pochettino, dikutip dari laman resmi FIFA, Sabtu (20/6).
Dominasi Amerika Serikat terlihat sejak awal laga. Mereka mengambil inisiatif menyerang dan lebih dulu mengancam lewat Sergino Dest. Tekanan itu akhirnya memaksa Australia melakukan kesalahan. Burgess gagal mengantisipasi serangan tuan rumah dan bola masuk ke gawang sendiri.
Australia sempat mencoba merespons lewat peluang Nishan Velupillay. Namun, upayanya masih melebar dari sasaran. Alih-alih menyamakan kedudukan, Socceroos kembali kebobolan pada penghujung babak pertama ketika Freeman menyambut bola dengan sundulan untuk mengubah skor menjadi 2-0.
Keunggulan dua gol pada babak pertama membuat Amerika Serikat lebih nyaman mengontrol pertandingan. Pada babak kedua, mereka tetap mencoba menekan melalui Folarin Balogun, tetapi lini belakang Australia masih mampu menghalau peluang tersebut.
Australia juga berusaha memperkecil ketertinggalan lewat Cristian Volpato. Namun, tembakannya masih melambung di atas mistar. Hingga pertandingan berakhir, skor 2-0 untuk kemenangan Amerika Serikat tidak berubah.
Bukan Group Mudah
Bagi Pochettino, dua kemenangan awal ini terasa penting karena Grup D sebelumnya diperkirakan tidak mudah. Ia menyebut sejak hasil undian keluar pada Desember, laga melawan Australia sudah dipandang sebagai pertandingan yang berat.
"Ketika pengundian dilakukan pada Desember, saya pikir ini akan menjadi pertandingan yang sulit. Saya turut senang untuk suporter," ungkap Pochettino.
Kemenangan atas Australia juga menunjukkan kedalaman skuad Amerika Serikat. Dalam laga ini, Christian Pulisic tidak bisa tampil. Namun, absennya salah satu pemain paling penting dalam skuad tidak membuat performa tuan rumah menurun.
"Itu mustahil bagi Christian (Pulisic) untuk bermain tapi jika kami ingin memenangkan kompetisi, kami membutuhkan seluruh tim," pungkasnya.
Pernyataan itu menjadi sinyal bahwa Pochettino tidak ingin Amerika Serikat bergantung pada satu pemain. Di turnamen panjang seperti Piala Dunia, rotasi dan kontribusi seluruh skuad menjadi faktor penting, apalagi format 2026 menghadirkan babak 32 besar sebelum menuju 16 besar.
Reuters mencatat kemenangan atas Australia membuat Amerika Serikat mencatatkan clean sheet pertama dalam sembilan pertandingan. Hasil ini juga menjadi kali kedua sepanjang sejarah mereka mampu meraih dua kemenangan pada fase grup Piala Dunia, setelah terakhir melakukannya pada 1930.
Dari sisi Australia, kekalahan ini menjadi pukulan besar. Pelatih Tony Popovic menilai timnya gagal tampil sesuai rencana pada babak pertama. Ia menyebut para pemain terlihat lambat, kalah kuat dalam duel, dan akhirnya kebobolan dua gol yang semestinya bisa dihindari.
"Saya tidak tahu apakah itu karena suasana pertandingan, tetapi kami terlihat lesu, kaki terasa berat. Mereka lebih kuat dan memenangkan setiap bola. Kemudian kami kebobolan dua gol ceroboh," ungkap Popovic.
Australia memang tampil lebih baik setelah jeda. Mereka mencoba meningkatkan intensitas dan menekan pertahanan Amerika Serikat. Namun, perubahan itu datang terlambat karena selisih dua gol sudah terlalu besar untuk dikejar.
Popovic tetap memberi apresiasi terhadap reaksi para pemainnya pada babak kedua. Menurut dia, performa setelah turun minum menunjukkan bahwa Australia sebenarnya memiliki kemampuan untuk bersaing, meski gagal mengubah hasil akhir.
"Reaksi di babak kedua luar biasa dan para pemain menunjukkan betapa bagusnya mereka. Tetapi di babak pertama, secara mental dan fisik, itu sangat berat," jelas Popovic.
Laga Hidup Mati Australia
Kekalahan ini membuat Australia tertahan di peringkat kedua sementara Grup D dengan tiga poin dari dua laga. Peluang lolos masih terbuka, tetapi posisi mereka belum aman. Socceroos harus menjalani laga hidup mati melawan Paraguay pada Jumat, 26 Juni 2026 pukul 09.00 WIB.
Sementara itu, Amerika Serikat akan menghadapi Turki pada laga terakhir Grup D di hari dan jam yang sama. Bagi tuan rumah, laga tersebut tetap penting untuk menentukan status juara grup dan jalur fase gugur.
Secara psikologis, kemenangan atas Australia memberi modal besar bagi Amerika Serikat. Mereka tidak hanya lolos lebih cepat, tetapi juga menunjukkan stabilitas permainan, kedalaman skuad, dan kemampuan menjaga keunggulan.
Sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026 bersama Kanada dan Meksiko, Amerika Serikat berada di bawah sorotan besar. Ekspektasi publik tinggi karena mereka bermain di kandang sendiri. Dua kemenangan awal membuat tekanan itu berubah menjadi energi positif.
Namun, tantangan Pochettino belum selesai. Fase gugur akan menghadirkan lawan yang lebih beragam dan tekanan yang lebih besar. Amerika Serikat perlu menjaga intensitas, mengurangi kesalahan, dan memastikan pemain kunci tetap bugar.
Untuk Australia, kekalahan dari Amerika Serikat menjadi peringatan bahwa kelengahan pada babak pertama bisa sangat mahal di level Piala Dunia. Popovic harus segera memperbaiki aspek mental dan fisik timnya sebelum menghadapi Paraguay.
Dengan hasil ini, Grup D semakin menarik. Amerika Serikat sudah melaju ke 32 besar, sementara Australia masih harus menjaga nasibnya sendiri pada laga terakhir. Satu hal yang jelas, kemenangan 2-0 atas Australia membuat Amerika Serikat mulai memberi pesan kuat: tuan rumah tidak datang hanya untuk menjadi pelengkap.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar