periskop.id - Ketua Umum PSSI Erick Thohir menilai kualitas performa para pemain tim nasional Indonesia U19 tidak kalah jauh dari Australia. Skuad Garuda Muda dinilai hanya membutuhkan tambahan jam terbang untuk mematangkan permainan di lapangan.

Menurutnya, anak-anak asuh pelatih Nova Arianto sudah tampil maksimal sepanjang laga. Ia melihat timnas mampu meladeni permainan lawan dengan sangat baik sebelum akhirnya kebobolan lewat serangan balik di akhir pertandingan.

Advertisement

"Secara kualitas pemain kita tidak kalah, cuma butuh jam terbang saja," ujar Erick Thohir usai menyaksikan laga Indonesia vs Australia di Medan, Kamis.

Ia mengaku tetap bangga atas perjuangan I Putu Panji Apriawan dan kawan-kawan dalam laga tersebut. Seluruh penggawa timnas disebut telah tampil sepenuh hati demi membela bangsa dan negara.

Ajang internasional ini dipandang Erick sebagai batu loncatan yang sangat penting bagi perkembangan tim. Pengalaman dari turnamen ini bakal dijadikan modal berharga untuk menghadapi kompetisi ke depan.

Persiapan matang kini langsung dibidik oleh manajemen PSSI untuk menyongsong agenda terdekat. Kompetisi Piala AFF U19 ini pun resmi dijadikan tolok ukur kesiapan skuad sebelum terjun ke level yang lebih tinggi.

Peningkatan mental bertanding pemain menjadi fokus utama yang disoroti oleh federasi. Evaluasi menyeluruh dipastikan bakal menyasar lini pertahanan agar tim tidak lagi kecolongan pada menit-menit krusial.

Kekalahan tipis ini tidak boleh membuat motivasi para pemain muda menjadi runtuh. Erick optimistis bakat-bakat muda ini memiliki masa depan yang cerah di kancah sepak bola internasional.

Langkah Indonesia sendiri terhenti pada babak semifinal Piala AFF U19 2026. Bermain di Stadion Utama Sumatera Utara, Indonesia harus mengakui keunggulan Australia 0-1 setelah kebobolan pada menit ke-88.

"Sekali lagi, pemain kita tidak kalah. Ini bagus untuk persiapan mereka pada berikutnya termasuk kualifikasi AFC," pungkas Erick Thohir.