iklan periskop
Ekonomi

Krisis Timur Tengah, RI Ekspor 500 Ribu Ton Pupuk ke Australia

Presiden Prabowo Subinato memastikan ekspor 500 ribu ton pupuk urea ke Australia. Pemerintah merespons krisis pasokan pupuk global akibat eskalasi perang di Timur Tengah.

3 bulan yang lalu · 2 mnt baca
Cerita Prabowo Perintahkan BPKP Usut Temuan Korupsi Tanpa Pandang Bulu
Presiden Prabowo Subianto tiba di Pangkalan TNI AU Iswahjudi, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, pada Sabtu, 16 Mei 2026. Foto oleh BPMI Setpres/Cahyo
Ukuran teks
Sedang

periskop.id - Pemerintah memastikan pengiriman ekspor komoditas pupuk urea sebanyak 500 ribu ton menuju Australia di tengah gejolak pasar internasional.

Presiden Prabowo Subianto menyebut kebijakan pengiriman pupuk ke mancanegara ini terjadi imbas memburuknya krisis rantai pasokan global. Mantan Menteri Pertahanan tersebut mengaku rutin menerima laporan permintaan bantuan komoditas dari sejumlah negara sahabat.

"Australia minta tolong kita, kita jual ke Australia 500 ribu ton urea," kata Prabowo di Kabupaten Nganjuk, Sabtu (16/5).

Ia menjelaskan gejolak perang terbuka di kawasan Timur Tengah secara langsung memicu penutupan rute strategis Selat Hormuz.

Kepala Negara menilai penutupan jalur pelayaran tersebut mengganggu stabilitas dua puluh persen lalu lintas minyak dan gas dunia.

Prabowo menyebut kelangkaan bahan baku gas alam pada akhirnya ikut memukul sektor produksi pupuk urea secara meluas.

"Banyak negara yang kesulitan, yang panik karena perang di Timur Tengah," jelasnya.

Purnawirawan Jenderal bintang empat ini membeberkan banyak negara akhirnya memutuskan bergantung pada kekuatan pasokan milik Indonesia.

Dia merinci daftar antrean negara pemohon pasokan komoditas nasional tersebut meliputi Filipina, India, Bangladesh, hingga Brazil.

"Perintah saya, bantu semua," tegasnya.

Ketua Umum Partai Gerindra tersebut sangat mengapresiasi kinerja tanggap jajaran kabinet dalam menjaga status swasembada nasional.

Ia menilai ketahanan pangan domestik berhasil menyelamatkan posisi negara dari ancaman kepanikan di pasar internasional.

"Bayangkan kalau kita tidak swasembada, kalau kita tidak buru-buru beresin masalah pertanian," ucap Prabowo.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Prabowo Subianto, ekspor, Pupuk Urea, dan australia dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.