Periskop.id - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) melalui akun Instagram resminya, @bssn_ri, menyampaikan peringatan penting bagi masyarakat pengguna gawai. 

Kebiasaan mengisi daya ponsel atau laptop menggunakan kabel pengisi daya (charger) milik orang lain atau sembarangan meminjam ternyata menyimpan potensi bahaya keamanan siber yang cukup serius.

Kabel charger yang tampak biasa saja di luar bisa saja merupakan alat modifikasi yang dirancang khusus oleh pelaku kejahatan siber untuk menyusupi perangkat pengguna.

Berbagai Ancaman Tersembunyi pada Kabel Charger Modifikasi

BSSN memaparkan sejumlah ancaman yang dapat timbul akibat penggunaan kabel pengisi daya yang telah dimodifikasi. 

Ancaman utama adalah perannya sebagai media penyebaran malware atau perangkat lunak berbahaya. Ketika terhubung, kabel tersebut dapat menanamkan malware langsung ke dalam ponsel pintar maupun laptop korban.

Bahaya berikutnya adalah potensi pengambilalihan perangkat dari jarak jauh. Melalui kabel yang tersambung, peretas mampu mengakses alamat IP kabel secara remote untuk mengambil alih kendali penuh atas gawai korban. Bahkan, peretas bisa menghapus jejak serangan mereka sehingga sulit disadari.

Proses identifikasi kabel berbahaya ini pun terbilang sangat sulit secara fisik. Komponen modifikasi berbahaya yang tertanam di dalam kabel memiliki ukuran yang sangat kecil. Hal ini membuat tampilannya terlihat identik dengan kabel charger biasa pada umumnya.

Kerentanan Port USB Publik dan Potensi Eskalasi Ancaman

Risiko keamanan tak hanya berasal dari kabel yang dipinjam dari orang asing, tetapi juga dari fasilitas pengisian daya publik. 

BSSN menyoroti kerentanan charging station di tempat umum seperti bandara atau hotel yang menyediakan port USB langsung. Port USB publik tersebut rawan dimodifikasi oleh pihak yang tak bertanggung jawab untuk menyusupkan malware ke gawai pengguna.

Meskipun saat ini pola serangan siber jenis ini masih banyak bersifat personal, BSSN mengingatkan bahwa potensi ancaman tersebut bisa meningkat dan meluas di masa depan. 

Peningkatan potensi kerawanan ini sejalan dengan semakin terjangkaunya biaya produksi teknologi modifikasi perangkat keras tersebut.

Langkah Pencegahan untuk Meminimalkan Risiko

Untuk mencegah menjadi korban peretasan lewat saluran pengisian daya, BSSN membagikan beberapa tips pencegahan praktis yang bisa diterapkan oleh masyarakat, di antaranya:

  • Hindari kebiasaan meminjam kabel charger dari orang asing yang tak dikenal.
  • Apabila sedang bepergian dan tak membawa kabel charger pribadi, lebih disarankan untuk membeli kabel baru.
  • Selalu gunakan kepala charger milik pribadi dan hindari menghubungkan perangkat secara langsung ke port USB yang tertanam di fasilitas umum.