Profil dan Fakta GRIB Jaya, Ormas Hercules yang Punya Jutaan Anggota dan Kontroversi
Simak profil GRIB Jaya, ormas bentukan Hercules dengan jutaan anggota. Ketahui rekam jejak, relasi politik, serta jejak kontroversinya.

Periskop.id - Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu Jaya atau yang lebih dikenal dengan sebutan GRIB Jaya merupakan salah satu organisasi kemasyarakatan (ormas) yang cukup diperhitungkan di Indonesia. Ormas ini didirikan dan dipimpin langsung oleh Rosario de Marshal, sosok yang akrab disapa Hercules, yang hingga saat ini masih menjabat sebagai Ketua Umum.
Sebagai sebuah ormas dengan basis massa yang besar, perjalanan GRIB Jaya tidak lepas dari sejarah panjang sang pendiri, dinamika relasi politik dengan tokoh nasional, hingga berbagai dinamika penolakan di sejumlah daerah.
Rekam Jejak Hercules Sang Pendiri GRIB Jaya
Kiprah Hercules di panggung publik Indonesia telah berlangsung selama beberapa dekade. Pada 1975, ia terlibat membantu operasi militer di Timor Timur. Dalam masa itulah julukan "Hercules" melekat padanya, yang diberikan oleh para anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus) yang tengah bertugas di kawasan tersebut.
Hercules kemudian dipindahkan ke Indonesia pada 1987 sebagai bagian dari program kampanye penerimaan masyarakat Timor Timur. Memasuki tahun 1993, ia memimpin kelompok pemuda asal Timor Timur yang berbasis di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Namun, akibat bentrokan dengan kelompok Betawi pada 1997, Hercules dan kelompoknya harus keluar dari kawasan Tanah Abang.
Jejak politik Hercules mulai terlihat aktif saat ia membantu kampanye Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam Pilpres 2009. Tiga tahun berselang, tepatnya pada 2012, ia resmi mendirikan GRIB Jaya. Di luar aktivitas organisasi, Hercules juga sempat diangkat sebagai tenaga ahli di BUMD DKI Jakarta, Perumda Pasar Jaya, pada 2022.
Relasi Politik dengan Prabowo Subianto
Perjalanan GRIB Jaya memiliki keterkaitan erat dengan sosok Prabowo Subianto. Saat awal pembentukannya pada 2012 dengan nama awal Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB), organisasi ini mendapuk Prabowo Subianto sebagai Ketua Dewan Pembina. Dukungan politik langsung kemudian diberikan GRIB saat mengawal pencalonan Prabowo pada Pilpres 2014.
Nama organisasi ini kemudian bertransformasi menjadi Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu Jaya (GRIB Jaya) pada 2019 atas saran dari Prabowo untuk memperkuat asas Pancasila. Pada kontestasi Pilpres 2019, GRIB Jaya kembali menegaskan dukungannya untuk Prabowo.
Meskipun pada 2022 Prabowo Subianto secara resmi mengundurkan diri dari jabatan Dewan Pengurus Pusat (DPP) GRIB Jaya melalui sepucuk surat dari DPP Partai Gerindra, hubungan politik organisasi ini tidak terputus. GRIB Jaya tetap menyatakan kesetiaan mereka. Dalam acara konsolidasi organisasi yang digelar pada 25 Agustus 2026, Hercules bersama seluruh jajaran GRIB Jaya menyuarakan dukungan penuh mereka kepada Presiden Prabowo.
Skala Organisasi dan Gelombang Penolakan di Daerah
Dalam hal kekuatan basis massa, GRIB Jaya mencatatkan pertumbuhan anggota yang sangat signifikan. Berdasarkan informasi resmi yang diunggah melalui akun Instagram resminya pada 19 Agustus 2024, GRIB Jaya mengklaim telah memiliki sekitar 1,4 juta anggota. Jaringan organisasi ini tersebar di 222 Dewan Pimpinan Daerah (DPD), 735 Dewan Pimpinan Cabang (DPC), hingga 3.195 Pimpinan Anak Cabang (PAC) di seluruh Indonesia.
Kendati memiliki struktur yang luas, ekspansi GRIB Jaya tidak selalu berjalan mulus. Berdasarkan data dari Binokular, aksi penolakan terhadap keberadaan GRIB Jaya terjadi cukup masif sepanjang tahun 2025 di beberapa wilayah, seperti Kalimantan Tengah, Bali, dan Aceh.
Penolakan di beberapa wilayah tersebut bahkan berujung pada pembubaran pengurus tingkat daerah. Cabang GRIB Jaya di Aceh terpaksa dibubarkan akibat kekecewaan anggota terhadap sikap arogan dari Hercules. Sementara itu di Bali, kepengurusan GRIB Tabanan dibubarkan karena dinilai mencoreng nama baik desa adat Sanggulan, Tabanan, Bali.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai ormas, Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu Jaya (GRIB Jaya), dan Rosario de Marshal (Hercules) dengan mengeklik tautan.

Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.