Hukum

Tepis Spekulasi Kericuhan Pejompongan, Yusril: Belum Ada Kesimpulan Keterlibatan Ormas

Yusril tegaskan polisi belum simpulkan keterlibatan ormas dalam kericuhan Pejompongan. Publik diminta tak terprovokasi isu liar.

3 jam yang lalu · 2 mnt baca
Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra
Yusril Ihza Mahendra, Menko Kumham Imipas, menyampaikan perkembangan terbaru terkait deportasi warga negara Palestina, di Gedung Kemenko Kumham Imipas, Rabu (22/7). Periskop.id/Rachel Farahdiba R
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra menegaskan aparat kepolisian belum menyimpulkan adanya keterlibatan organisasi kemasyarakatan (ormas) tertentu dalam kericuhan di kawasan Jalan Pejompongan Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Pernyataan ini disampaikan untuk meredam maraknya spekulasi di media sosial yang mengaitkan insiden tersebut dengan kelompok massa tertentu.

Yusril meminta publik tidak mudah terhasut oleh narasi yang belum terbukti kebenarannya.

“Aparat penegak hukum tidak menuduh siapa pun yang terlibat dalam aksi penganiayaan, baik perorangan, kelompok, maupun ormas tertentu. Karena itu, saya meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi,” kata Yusril dalam keterangannya, Senin (31/8).

Yusril menjelaskan, penyidik kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan komprehensif atas insiden berdarah pascademonstrasi 27 Agustus tersebut, termasuk tewasnya seorang warga bernama Bambang dan penganiayaan terhadap siswa kelas 12 bernama Faturrohman.

“Polda Metro Jaya kini tengah melakukan penyelidikan atas tewasnya Bambang dan penganiayaan terhadap Faturrohman. Belum ada kesimpulan yang dapat diambil mengenai siapa pelaku dan pihak yang bertanggung jawab atas kedua peristiwa tersebut,” jelasnya.

Aparat di lapangan terus menelusuri rantai kejadian guna mengungkap seluruh pihak yang terlibat, baik eksekutor langsung maupun pihak di balik layar aksi kekerasan.

“Pendalaman sedang dilakukan untuk sampai pada kesimpulan siapa yang menyuruh, siapa yang menggerakkan, dan siapa yang melakukan penganiayaan. Terhadap mereka yang berdasarkan bukti terbukti bertanggung jawab, tentu akan diambil langkah penegakan hukum yang tegas,” tegas Yusril.

Yusril mengapresiasi mahasiswa dan massa aksi demonstrasi, termasuk warga asal Pati dan daerah lainnya, yang telah menyampaikan aspirasi secara damai di depan Kompleks DPR RI. Menurutnya, bentrokan di Pejompongan pecah antarkelompok warga setelah massa aksi membubarkan diri dari kawasan Senayan.

Ia mengingatkan agar kejadian ini tidak dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk melakukan tindakan provokatif atau aksi balas dendam yang merusak ketertiban umum.

“Jangan sampai peristiwa yang sedang diselidiki ini kemudian memicu kericuhan atau kekerasan lanjutan. Kita serahkan prosesnya kepada aparat penegak hukum dan mari bersama-sama menjaga ketenangan serta ketertiban masyarakat,” ungkap Yusril.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Yusril Ihza Mahendra, dan Kementerian Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kemenko Kumham Imipas) dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.