banner-sheroes-yoga
Artikel

Serba-serbi Hari Palang Merah Indonesia (PMI) 17 September, Sejarah dan Perannya

Hari Palang Merah Indonesia diperingati pada 17 September, Berikut sejarah PMI, peran dalam kegiatan kemanusiaan, dan alasan tanggal tersebut diperingati.

Hari Palang Merah Indonesia {PMI) sedang Donor Darah di Dalam Ruangan
Suasana Donor Darah PMI di Dalam Ruangan. Foto generated by AI
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Apakah kamu tahu bahwa bulan September memiliki arti yang sangat khusus bagi aksi kemanusiaan di tanah air? Setiap bulan September, masyarakat menyambut kehadiran Hari Palang Merah Indonesia (PMI) sebagai bentuk penghargaan atas tugas mulia membantu sesama tanpa membedakan latar belakang.

Menariknya, ada dua tanggal penting pada bulan September yang sering dibicarakan masyarakat terkait gerakan kemanusiaan ini, yaitu tanggal 3 September dan 17 September. Tanggal 17 September dirayakan sebagai hari lahirnya Palang Merah Indonesia secara resmi setelah kemerdekaan negara kita.

Lewat artikel serba-serbi ini, kamu bisa mempelajari perjalanan sejarah, aturan pilar kemanusiaan, serta kegiatan nyata yang bisa kamu ikuti. Mari simak perincian lengkapnya agar kamu makin memahami peran besar PMI bagi kesehatan dan keselamatan masyarakat.

5 Hal Penting Seputar Hari Palang Merah Indonesia yang Perlu Kamu Tahu

Guna membantu kamu memahami seluruh rangkaian kegiatan dan latar belakang organisasi ini, berikut adalah lima poin utama yang disajikan secara berurutan dan mudah dipahami.

1. Beda Peringatan 3 September dan 17 September

Banyak orang sering bingung saat membedakan dua tanggal penting kepalangmerahan di bulan September. Sebenarnya, kedua tanggal tersebut mencatat momen bersejarah yang saling berkaitan erat dalam proses pembentukan organisasi kemanusiaan nasional.

Tanggal 3 September merupakan hari saat Presiden Soekarno pertama kali memberi perintah resmi untuk membentuk sebuah badan Palang Merah Nasional pada tahun 1945. Momen tersebut menjadi awal pergerakan pemerintah Indonesia yang baru merdeka untuk memiliki lembaga kemanusiaan sendiri.

Sementara itu, tanggal 17 September adalah hari saat perhimpunan PMI berhasil didirikan secara resmi. Oleh karena itu, tanggal 17 September diperingati sebagai Hari Palang Merah Nasional sekaligus hari ulang tahun organisasi PMI, sedangkan tanggal 3 September dikenal sebagai hari perintah pembentukannya.

2. Sejarah Hari PMI dan Perjuangan Masa Lalu

Ulasan mengenai Sejarah Hari PMI bermula jauh sebelum Indonesia merdeka. Pada tahun 1873, pemerintah kolonial Belanda mendirikan organisasi bernama Nederlandsch Rode Kruis Afdeling Indie (Nerkai). Namun, organisasi tersebut dibubarkan saat masa pendudukan Jepang.

Keinginan untuk mendirikan badan palang merah milik bangsa sendiri sudah diperjuangkan sejak tahun 1932 oleh dr. RCL Senduk dan dr. Bahder Djohan. Usulan tersebut sempat dibawa ke sidang Konferensi Nerkai pada tahun 1940, tetapi ditolak oleh pihak kolonial. Upaya pembentukan juga sempat terhalang pada masa pendudukan Jepang.

Setelah Indonesia mengumandangkan kemerdekaan, Presiden Soekarno memanggil Menteri Kesehatan dr. Buntaran pada tanggal 3 September 1945. Dua hari setelahnya, tepatnya 5 September 1945, dr. Buntaran membentuk Panitia 5 yang terdiri dari:

  • dr. R. Mochtar (bertindak sebagai Ketua)
  • dr. Bahder Djohan (bertindak sebagai Penulis)
  • dr. Djuhana (Anggota)
  • dr. Marzuki (Anggota)
  • dr. Sitanala (Anggota)

Panitia 5 bekerja dengan cepat hingga perhimpunan berhasil berdiri pada 17 September 1945 dengan Mohammad Hatta sebagai ketua pertama. Tugas awal para anggota adalah memberikan pertolongan kepada korban perang revolusi kemerdekaan serta membantu pengembalian tawanan perang. Keberadaan PMI makin kuat setelah mendapat pengakuan internasional dari Komite Internasional Palang Merah (ICRC) pada tahun 1950, yang kemudian diperkuat melalui Keputusan Presiden Nomor 25 Tahun 1950 dan Keputusan Presiden Nomor 246 Tahun 1963.

3. Tujuh Prinsip Dasar Gerakan Kepalangmerahan

Dalam menjalankan seluruh tugas lapangan, PMI selalu berpegang teguh pada tujuh prinsip dasar gerakan internasional. Prinsip ini memastikan semua bantuan diberikan secara adil dan tepat sasaran kepada siapa saja yang membutuhkan.

  1. Kemanusiaan: Memberikan pertolongan tanpa rasa benci untuk meringankan penderitaan sesama manusia di mana pun berada.
  2. Kesamaan: Tidak membeda-bedakan korban berdasarkan bangsa, suku, agama, tingkatan sosial, atau pandangan politik.
  3. Kenetralan: Tidak memihak kelompok mana pun dalam pertikaian politik, ras, atau paham tertentu agar selalu mendapat kepercayaan masyarakat.
  4. Kemandirian: Menjaga otonomi tugas agar PMI dapat bergerak sesuai dengan aturan kemanusiaan kapan saja.
  5. Kesukarelaan: Memberikan bantuan atas dasar panggila hati nurani tanpa mencari keuntungan pribadi atau materi.
  6. Kesatuan: Hanya ada satu organisasi Palang Merah di satu negara yang terbuka untuk semua orang dan menjalankan tugas di seluruh wilayah.
  7. Kesemestaan: Menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan sejagat yang memiliki kedudukan sejajar di seluruh dunia.

4. Tugas dan Peran Utama PMI untuk Masyarakat

Saat terjadi bencana atau situasi darurat kesehatan, petugas dan relawan PMI selalu berada di garda terdepan. Peran PMI sangat luas dan mencakup berbagai urusan sosial kemanusiaan di sekitar tempat tinggal kita.

Beberapa layanan utama yang dijalankan oleh PMI meliputi:

  • Pelayanan Transfusi Darah: Mengelola pengumpulan darah donor, pengujian kualitas, hingga penyiapan stok darah bagi pasien di rumah sakit.
  • Penanggulangan Bencana: Mengirimkan tim evakuasi, mendirikan dapur umum, membagikan selimut, serta memberikan bantuan medis saat gempa, banjir, atau tanah longsor.
  • Pelatihan dan Pembinaan Relawan: Membina Palang Merah Remaja (PMR) di sekolah-sekolah serta Korps Sukarela (KSR) di tingkat perguruan tinggi.
  • Pelayanan Kesehatan Masyarakat: Mengadakan pemeriksaan kesehatan gratis, penyuluhan kebersihan lingkungan, serta bantuan ambulans darurat.

5. Panduan dan Syarat Ikut Donor Darah

Salah satu langkah nyata paling mudah untuk menyemarakkan Peringatan Hari Palang Merah Indonesia adalah dengan mendonorkan darah secara rutin. Setetes darah yang kamu berikan sanggup menyelamatkan nyawa orang lain yang sedang kritis.

Sebelum kamu mendatangi unit transfusi darah terdekat, pastikan kamu telah memenuhi persyaratan umum donor darah berikut ini:

  • Usia pendonor berada pada rentang 17 hingga 65 tahun.
  • Kondisi tubuh sehat secara jasmani dan rohani.
  • Berat badan minimal 45 kg.
  • Tekanan darah normal (sistole 100–170 mmHg dan diastole 70–100 mmHg).
  • Kadar hemoglobin berada di kisaran 12,5 g/dL sampai 17,0 g/dL.
  • Jarak waktu dari donor darah sebelumnya minimal 3 bulan atau 12 minggu.

Aktivitas donor darah juga membutuhkan persiapan tubuh yang baik. Kamu disarankan untuk tidur minimal 4 jam sebelum donor, makan makanan bergizi 3–4 jam sebelum menyumbangkan darah, serta minum air putih yang cukup agar tubuh tetap segar.

Tabel Informasi Peringatan dan Syarat Donor Darah PMI

Berikut adalah tabel ringkasan fakta penting terkait momen bersejarah PMI serta panduan kelayakan bagi kamu yang ingin mendonorkan darah.

KategoriRincian InformasiKeterangan Tambahan
Tanggal Perintah Presiden3 September 1945Instruksi Soekarno untuk membuat badan Palang Merah.
Tanggal Pendirian Resmi17 September 1945Dikenal sebagai Hari Palang Merah Nasional / HUT PMI.
Ketua Umum PertamaMohammad HattaMemimpin PMI pada awal masa kemerdekaan.
Syarat Usia Pendonor17 - 65 TahunWajib membawa kartu identitas diri yang berlaku.
Syarat Berat BadanMinimal 45 kgMemastikan keamanan dan volume darah yang diambil.
Jarak Donor DarahMinimal 3 BulanMaksimal dilakukan 5 kali dalam kurun 2 tahun.

Memahami perjalanan Hari PMI memberikan kita pelajaran berharga mengenai arti penting gotong royong dan kesukarelaan. Sejak masa pergerakan nasional hingga era modern saat ini, PMI terus konsisten membantu warga yang tertimpa musibah tanpa membedakan latar belakang.

Sejatinya tidak perlu menunggu momen besar untuk mulai berbuat baik. Kamu dapat mendukung misi kemanusiaan ini dengan cara sederhana, seperti mendaftarkan diri menjadi pendonor darah, mengikuti kegiatan PMR di sekolah, atau menjadi relawan bencana di daerah tempat tinggalmu. 

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Palang Merah Indonesia (PMI) dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.